Ikuti Kami
kabarmalam.com

Nyeri Dada Menyerang? Kenali Perbedaan Vital Antara GERD dan Serangan Jantung Agar Tak Salah Penanganan

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 15 Mei 2026 21:34 WIB
Nyeri Dada Menyerang? Kenali Perbedaan Vital Antara GERD dan Serangan Jantung Agar Tak Salah Penanganan

Kabarmalam.com — Rasa sakit yang menusuk atau menghimpit di area dada sering kali memicu kepanikan luar biasa. Pertanyaan yang seketika muncul biasanya sama: apakah ini sekadar asam lambung yang naik, atau justru pertanda awal dari serangan jantung yang mematikan? Kebingungan ini sangat wajar, mengingat kedua kondisi tersebut memiliki kemiripan gejala yang kerap mengecoh mata awam.

Meskipun tampak serupa, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan serangan jantung memiliki mekanisme dan risiko yang sangat berbeda. Memahami perbedaan spesifik di antara keduanya bukan hanya soal menambah wawasan, melainkan bisa menjadi penentu antara tindakan medis yang tepat atau keterlambatan yang fatal.

Membedah Karakteristik Nyeri Dada Akibat Serangan Jantung

Serangan jantung secara klasik ditandai dengan munculnya tekanan hebat di area dada secara tiba-tiba. Mengutip data dari Mayo Clinic, sensasi ini sering digambarkan seperti dada yang diremas atau ditindih beban berat. Berbeda dengan masalah pencernaan, nyeri ini biasanya dipicu oleh aktivitas fisik yang berat atau tekanan emosional.

Baca Juga  Cinta Abadi di Tengah Badai: Kisah Haru Kelli Peters Nikahi Kekasihnya 10 Hari Sebelum Ajal Menjemput

Beberapa gejala serangan jantung yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Rasa nyeri, sesak, atau pegal di dada yang menjalar hingga ke lengan, leher, rahang, hingga punggung.
  • Napas yang terasa pendek atau sesak napas yang datang tiba-tiba.
  • Munculnya keringat dingin dan rasa lelah yang ekstrem tanpa sebab jelas.
  • Rasa mual, gangguan pencernaan, hingga nyeri di ulu hati.
  • Pusing mendadak atau sensasi seperti ingin pingsan.

Mengenali Sensasi Terbakar pada Gejala GERD

Di sisi lain, gejala GERD memiliki karakteristik yang lebih terlokalisir. Nyeri yang dirasakan biasanya berupa sensasi terbakar (heartburn) di bagian tengah dada, tepat di belakang atau di bawah tulang dada. Berbeda dengan serangan jantung, rasa sakit ini jarang sekali menyebar ke area tubuh lainnya seperti lengan atau rahang.

Baca Juga  Inovasi Susu Zaitun Entrasol O'Live Milk: Rahasia Sehat Praktis di Balik Superfood Mediterania

Penderita GERD biasanya akan merasakan keluhan tambahan seperti:

  • Rasa asam atau pahit yang tertinggal di pangkal kerongkongan.
  • Kesulitan atau rasa nyeri saat menelan makanan.
  • Perut terasa kembung, sering bersendawa, atau cegukan terus-menerus.
  • Aroma napas yang tidak sedap dan iritasi pada tenggorokan.

Perspektif Medis: Kapan Anda Harus Waspada?

Spesialis jantung, Dr. dr. Muhammad Yamin, SpJP (K), mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan setiap nyeri dada yang muncul. Menurutnya, ada irisan gejala yang sangat mirip antara serangan jantung dan GERD, seperti mual, muntah, serta keringat dingin. Hal inilah yang sering membuat orang salah mendiagnosis diri sendiri.

“Jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap nyeri di area lambung adalah GERD. Jika nyeri itu muncul setelah Anda berolahraga, beraktivitas berat, atau saat stres melanda, apalagi jika menjalar ke leher dan dada, itu adalah alarm merah yang harus segera diperiksakan,” tegas dr. Yamin.

Baca Juga  Update Kondisi Calvin Dores: Putra Deddy Dores Berangsur Pulih Usai Serangan Jantung Mendadak

Ia juga menambahkan bahwa individu berusia di atas 35 tahun dengan faktor risiko seperti kebiasaan merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung, harus jauh lebih waspada. Meski serangan jantung klasik biasanya mereda dengan istirahat, dr. Yamin menyebut ada sekitar 5 hingga 10 persen kasus yang menunjukkan gejala tidak khas.

“Pada beberapa orang, gejalanya mungkin hanya terasa seperti nyeri ‘cekit-cekit’ atau sekadar sesak napas. Terutama pada lansia atau penderita diabetes, rasa sakit sering kali tidak muncul secara dominan, melainkan digantikan dengan rasa engap atau sesak yang hebat,” pungkasnya. Mengetahui perbedaan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung Anda di masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid