Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jangan Salah Kaprah, Ini Perbedaan Nyata Antara Benjolan Gondokan dan Gondongan di Leher

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 01 Jun 2026 14:34 WIB
Jangan Salah Kaprah, Ini Perbedaan Nyata Antara Benjolan Gondokan dan Gondongan di Leher

Kabarmalam.com — Menemukan benjolan asing di area leher sering kali menjadi momen yang mendebarkan bagi siapa saja. Dalam kepanikan tersebut, masyarakat awam cenderung memukul rata semua pembengkakan di leher dengan istilah ‘gondongan’. Padahal, secara medis, ‘gondokan’ dan ‘gondongan’ adalah dua kondisi yang sangat berbeda, baik dari segi penyebab maupun lokasi serangannya.

Memahami Letak dan Karakteristik Benjolan

Penting bagi kita untuk tidak sembarangan mendiagnosis diri sendiri. dr. Diani Kartini, SpBOnk, seorang dokter spesialis bedah onkologi, menekankan bahwa istilah gondongan sering kali tertukar dengan masalah tiroid atau gondok. Beliau menjelaskan bahwa gondongan dalam bahasa medis disebut sebagai mumps.

Gondongan merupakan kondisi yang menyerang kelenjar air liur atau salivary gland. Area yang membengkak biasanya berada di sisi samping leher, tepatnya di bawah telinga. Masalah kesehatan anak ini umumnya dipicu oleh infeksi virus dan memiliki sifat yang sangat menular.

Baca Juga  Menguak Rahasia Kesehatan Ubi Ungu, Superfood yang Lagi Tren Menurut Pakar Gizi

Apa Itu Gondokan?

Berbeda dengan gondongan, gondokan berkaitan erat dengan kelenjar tiroid. Letak kelenjar ini berada di bagian tengah leher, tepat di depan saluran pernapasan. Benjolan gondok ini bisa bervariasi, mulai dari pembengkakan biasa, tumor jinak, hingga potensi kanker tiroid yang harus diwaspadai.

Salah satu ciri khas dari kasus gondokan adalah pembengkakannya yang cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri di area tengah leher. Namun, kondisi ini biasanya dipicu oleh ketidakseimbangan hormon, seperti hipotiroid atau hipertiroid.

Waspadai Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Selain dua kondisi di atas, dr. Diani juga mengingatkan bahwa pembengkakan di leher bisa melibatkan kelenjar getah bening. Menariknya, pemicunya bisa berasal dari masalah yang tampak sepele, seperti gigi berlubang atau adanya infeksi di rongga mulut. Tubuh bereaksi terhadap infeksi bakteri atau virus di area wajah dengan membengkaknya kelenjar di leher sebagai bentuk pertahanan imun.

  • Gondongan: Terjadi di bawah telinga, disebabkan virus, menular.
  • Gondokan: Terjadi di tengah leher, terkait fungsi tiroid, tidak menular.
  • Kelenjar Getah Bening: Reaksi terhadap infeksi di area lain seperti mulut atau gigi.
Baca Juga  Waspada Hantavirus di Jawa Timur: Satu Kasus Terdeteksi, Dinkes Beri Penjelasan Medis

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Lantas, kapan sebuah benjolan harus mulai dikhawatirkan? dr. Diani memberikan panduan sederhana. Jika sebuah benjolan muncul akibat infeksi atau gondongan, biasanya penggunaan antibiotik atau obat antivirus akan membuatnya mengempis seiring waktu.

“Namun, jika setelah diobati benjolan tersebut tidak kunjung mengecil, atau justru bertambah besar, kita harus sangat waspada. Jika dalam waktu sekitar dua minggu tidak ada tanda-tanda kesembuhan, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut,” tegas dr. Diani.

Deteksi dini adalah kunci utama. Jangan menunda untuk mencari bantuan profesional jika Anda menemukan benjolan yang tidak lazim di area leher agar mendapatkan penanganan medis yang tepat dan akurat.

Baca Juga  Bukan Sekadar Kurang Gerak, Cara Anda Menghabiskan Waktu Saat Duduk Bisa Menentukan Risiko Demensia
Tentang Penulis
Wahid
Wahid