Ikuti Kami
kabarmalam.com

Menguak Rahasia Kesehatan Ubi Ungu, Superfood yang Lagi Tren Menurut Pakar Gizi

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 16 Mei 2026 14:34 WIB
Menguak Rahasia Kesehatan Ubi Ungu, Superfood yang Lagi Tren Menurut Pakar Gizi

Kabarmalam.com — Belakangan ini, linimasa media sosial tengah diramaikan oleh berbagai kreasi kuliner berbahan dasar ubi. Mulai dari ubi panggang klasik yang aromatik hingga variasi modern seperti ubi cream cheese dengan aneka topping kekinian yang menggugah selera. Namun, di balik popularitasnya sebagai camilan estetis, para ahli gizi memberikan sorotan khusus pada satu jenis varietas unggulan: ubi ungu.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK, mengungkapkan bahwa ubi ungu bukan sekadar pilihan karbohidrat biasa. Warna ungu pekat yang memikat tersebut ternyata menyimpan kandungan antosianin yang sangat tinggi. Pigmen alami ini serupa dengan yang ditemukan pada buah-buahan premium seperti blueberry dan anggur ungu, yang dikenal luas karena khasiat kesehatannya bagi metabolisme tubuh.

Baca Juga  Misteri di Balik Kepala Lele: Benarkah Berbahaya Dikonsumsi atau Sekadar Masalah Tekstur?

Dalam penjelasannya, dr. Tjandra menekankan bahwa ubi ungu adalah varietas yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin. “Jenis ubi yang sangat disarankan sebenarnya adalah ubi ungu. Hal ini dikarenakan kandungan antosianinnya yang cukup tinggi. Zat warna alami tersebut kaya akan flavonoid dan polifenol yang berperan aktif sebagai agen anti-peradangan,” tuturnya dalam sebuah kesempatan bincang kesehatan.

Keunggulan Nutrisi Berdasarkan Riset Ilmiah

Dukungan ilmiah terhadap manfaat ubi ungu juga diperkuat oleh ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules tahun 2019. Riset tersebut mencatat bahwa kadar antosianin pada ubi ungu dapat mencapai angka 218 hingga 244 mg per 100 gram, tergantung pada jenis varietas serta metode pengolahannya. Aktivitas antioksidan yang tinggi ini sangat krusial dalam menjaga kesehatan sel dan menangkal efek buruk radikal bebas.

Baca Juga  Kursi Besi Minimarket: Ruang 'Healing' Sederhana di Balik Riuhnya Hiruk-Pikuk Kota

Lebih lanjut, dr. Tjandra menjelaskan bahwa nutrisi istimewa ini menjadi proteksi tambahan bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tidak menular. Bagi individu yang memiliki kecenderungan menderita diabetes maupun hipertensi, mengonsumsi ubi ungu bisa menjadi langkah diet yang cerdas dan fungsional.

Waspada Jebakan Kalori di Balik Topping Kekinian

Meskipun ubi ungu memiliki segudang manfaat, dr. Tjandra memberikan catatan penting terkait tren penyajian saat ini. Kehadiran topping yang mengandung kadar gula tinggi dan lemak jenuh yang berlebih, seperti cream cheese atau saus manis dalam porsi besar, justru dapat mengikis nilai gizi asli dari ubi tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengadopsi tren kuliner kekinian. Menikmati ubi ungu dalam bentuk olahan yang lebih sederhana, seperti dikukus atau dipanggang tanpa tambahan berlebih, jauh lebih disarankan. Dengan begitu, manfaat kesehatan yang maksimal tetap bisa didapatkan tanpa harus menambah beban kalori yang tidak perlu bagi tubuh, selaras dengan prinsip gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Baca Juga  Perjuangan Jeje Adriel Melawan Kanker Limfoma Hodgkin di Usia 25 Tahun: Waspadai Gejala Tak Kasat Mata
Tentang Penulis
Wahid
Wahid