Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Hantavirus di Jawa Timur: Satu Kasus Terdeteksi, Dinkes Beri Penjelasan Medis

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 14 Mei 2026 03:34 WIB
Waspada Hantavirus di Jawa Timur: Satu Kasus Terdeteksi, Dinkes Beri Penjelasan Medis

Kabarmalam.com — Temuan kasus Hantavirus di wilayah Jawa Timur baru-baru ini menyita perhatian publik. Meski terdengar mengkhawatirkan, otoritas kesehatan setempat memastikan bahwa situasi saat ini masih dalam kendali penuh. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr. Erwin Ashta Triyono, mengungkapkan bahwa satu kasus infeksi virus yang berasal dari hewan ini telah teridentifikasi di awal tahun 2026.

Kronologi Penemuan Kasus

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kementerian Kesehatan, kasus ini sebenarnya terjadi pada awal tahun, tepatnya di bulan Januari 2026. Pasien yang merupakan seorang dewasa tersebut sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo sebelum akhirnya dinyatakan sembuh total.

“Kalau merujuk pada data pusat, memang ada satu pasien di bulan Januari. Namun, kondisinya sudah membaik dan sudah lama dinyatakan sembuh,” jelas dr. Erwin saat memberikan keterangan resmi di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya. Beliau menegaskan bahwa laporan dari pusat menunjukkan tidak ada lagi kasus aktif setelah pasien tersebut pulih.

Baca Juga  Sentuhan Kemanusiaan di Tepian Cerenti: Klinik Apung Polres Kuansing Hadir untuk Masyarakat

Dari Gejala Leptospirosis Menuju Diagnosa Hantavirus

Menariknya, deteksi Hantavirus ini bermula dari kecurigaan medis terhadap penyakit lain. Awalnya, pasien menunjukkan gejala klinis yang sangat mirip dengan leptospirosis atau penyakit kencing tikus, seperti demam tinggi dan perubahan warna kulit menjadi kekuningan (jaundice).

Karena gejala yang cukup berat, atas arahan Kementerian Kesehatan, tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih spesifik untuk mendeteksi virus. Hasil uji laboratorium kemudian mengonfirmasi adanya paparan Hantavirus. Hingga berita ini diturunkan, dr. Erwin menegaskan belum ada laporan kasus baru yang masuk ke meja Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Mengenal Cara Penularan dan Langkah Pencegahan

Hantavirus dikenal sebagai infeksi zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan biasanya terjadi ketika manusia melakukan kontak langsung dengan kotoran, urin, maupun air liur tikus yang membawa virus tersebut, atau melalui partikel yang terhirup di udara.

Baca Juga  Diplomasi Energi Prabowo: Rahasia di Balik Kokohnya Harga BBM Subsidi Saat Dunia Bergejolak

“Kunci utamanya adalah kebersihan lingkungan. Kita harus sangat berhati-hati agar tidak terkontaminasi atau bersentuhan dengan produk-produk yang ditinggalkan oleh tikus,” tambah dr. Erwin. Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini, belum terdeteksi adanya penularan antarmanusia, sehingga fokus utama adalah memutus rantai kontak dengan hewan pengerat di wilayah Jawa Timur.

Langkah Antisipasi Mandiri

Guna menghindari risiko infeksi serupa, masyarakat disarankan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Selalu jaga kebersihan area rumah, terutama gudang dan tempat penyimpanan makanan agar tidak menjadi sarang tikus.
  • Gunakan masker dan alat pelindung saat membersihkan area yang kotor atau jarang terjamah.
  • Pastikan sumber air bersih tidak tercemar oleh limbah atau hewan liar.
Baca Juga  Hantavirus Menghantui Indonesia: 23 Kasus Terkonfirmasi, Simak Gejala dan Risiko Penularannya

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun tidak meremehkan pentingnya sanitasi. Deteksi dini dan kesadaran akan kebersihan lingkungan tetap menjadi tameng utama dalam menghadapi potensi penyebaran virus ini di masa mendatang.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul