Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trump Skeptis Terhadap Proposal Damai Iran, Sebut Kepemimpinan Teheran Sedang ‘Kacau’

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 02 Mei 2026 03:36 WIB
Trump Skeptis Terhadap Proposal Damai Iran, Sebut Kepemimpinan Teheran Sedang 'Kacau'

Kabarmalam.com — Dinamika hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase dingin. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka melontarkan nada skeptis terhadap proposal perdamaian terbaru yang disodorkan oleh Teheran. Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa tawaran yang ada di atas meja saat ini masih jauh dari kata memuaskan bagi kepentingan nasional Negeri Paman Sam.

Berbicara kepada awak media di Gedung Putih pada Jumat (1/5) waktu setempat, Trump tidak menutupi rasa ketidakpuasannya. Meskipun dokumen tersebut dimaksudkan sebagai jembatan untuk mengakhiri ketegangan, sang presiden justru meragukan keseriusan dan kesolidan otoritas Iran dalam mencapai kesepakatan yang bermartabat bagi kedua belah pihak.

Baca Juga  Menuju Polri Presisi, Divisi Propam Optimalkan Sistem Pengaduan Online Berbasis QR Code

Sebut Kepemimpinan Iran Terbelah

Pernyataan Trump tidak hanya berhenti pada penolakan draf kesepakatan. Ia melangkah lebih jauh dengan menuding adanya perpecahan internal yang akut di dalam pemerintahan Republik Islam Iran. Trump mengklaim memiliki informasi bahwa terdapat dua hingga empat faksi yang memiliki pandangan berbeda mengenai arah kebijakan luar negeri negara tersebut.

“Kepemimpinan mereka saat ini sangat terpecah-pecah,” ujar Trump dengan gaya bicaranya yang khas. Ia menambahkan bahwa meskipun ada keinginan dari beberapa pihak di Iran untuk menjalin kesepakatan damai, kondisi internal yang dianggapnya ‘kacau’ membuat proses negosiasi menjadi tidak efektif.

Jalur Diplomasi Melalui Pakistan

Meskipun kritik tajam terus mengalir, Trump menyatakan bahwa Washington tetap akan mengedepankan pintu negosiasi ketimbang eskalasi militer. Proses pengiriman draf proposal ini sendiri diketahui melibatkan pihak ketiga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Iran menyampaikan teks usulan tersebut melalui Pakistan, yang bertindak sebagai mediator resmi dalam menjembatani komunikasi antara Teheran dan Washington.

Baca Juga  Sikat Mafia Bahan Bakar, Polda Riau Bongkar Penyelewengan Bio Solar Subsidi Skala Besar

Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa dokumen tersebut telah diserahkan pada Kamis malam. Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk menghidupkan kembali dialog yang sempat buntu dalam beberapa bulan terakhir.

Gerilya Diplomasi di Timur Tengah

Di sisi lain, Teheran tampak tidak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dikabarkan sedang gencar melakukan gerilya diplomasi dengan menghubungi sejumlah menteri luar negeri dari negara-negara tetangga dan sekutu regional, termasuk Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, hingga Azerbaijan.

Dalam rangkaian pembicaraan telepon tersebut, Araghchi memaparkan inisiatif terbaru dari Teheran yang bertujuan untuk menghentikan peperangan dan menciptakan stabilitas di kawasan. Namun, dengan sikap keras yang ditunjukkan oleh Trump di Amerika Serikat, tantangan untuk mencapai titik temu yang permanen tampaknya masih harus menghadapi jalan yang sangat terjal.

Baca Juga  Tensi Memanas di Selat Hormuz: China Desak Kebebasan Navigasi Global di Tengah Blokade AS
Tentang Penulis
Husnul
Husnul