Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru di Balik Riuhnya Libur Sekolah: Kala Driver Ojol Rehat Sejenak demi Senyum Buah Hati

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 21 Jun 2026 19:34 WIB
Kisah Haru di Balik Riuhnya Libur Sekolah: Kala Driver Ojol Rehat Sejenak demi Senyum Buah Hati

Kabarmalam.com — Gelak tawa anak-anak memecah kebisingan kota di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Minggu sore yang cerah (21/6/2026). Di tengah hiruk-pikuk momen libur sekolah, ruang publik yang relatif baru ini menjadi magnet bagi warga Jakarta yang mencari hiburan terjangkau namun berkesan.

Pantauan di lokasi menunjukkan area taman bermain atau playground menjadi titik paling padat. Di antara kerumunan orang tua yang sedang mengawasi anak-anaknya, terselip wajah-wajah tangguh para pejuang aspal—driver ojek online—yang sengaja menepi dari kemacetan demi memberikan kebahagiaan sederhana bagi keluarga mereka.

Dedikasi Sang Ayah Tunggal di Ruang Terbuka

Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Roy (40). Dengan raut wajah yang memancarkan ketulusan, pria yang berprofesi sebagai driver ojek online ini terlihat telaten mengawasi ketiga anaknya. Bagi Roy, kunjungan ke Taman Bendera Pusaka bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan cara untuk mengisi kekosongan peran setelah sang istri berpulang.

Baca Juga  Akses Depan Gandaria City Terendam Banjir 60 Cm, Arus Lalu Lintas Jakarta Selatan Sempat Lumpuh

“Ini kan momennya anak-anak liburan sekolah, mereka minta main ke taman. Saya pilih ke sini karena Taman Bendera Pusaka ini kan masih baru dan yang paling penting gratis,” tutur Roy saat berbincang dengan Kabarmalam.com. Roy mengaku sengaja mengajak anak-anaknya keluar rumah agar mereka tidak terus-menerus terlarut dalam kesedihan mengenang almarhumah ibunya.

Demi momen ini, Roy memutuskan untuk ‘off-bid’ atau menonaktifkan aplikasi ojolnya. “Tadi pagi sudah narik sebentar. Pas pulang, anak-anak sudah ribut mau ke taman. Ya sudah, saya pilih berhenti kerja dulu sebentar buat ngemong mereka. Harus bisa bagi waktu buat bocah,” tambahnya sembari tersenyum.

Sisi Lain Kreativitas di Atas Awan

Tak hanya mendampingi anak-anaknya bermain perosotan dan ayunan, Roy juga membawa hobi uniknya ke taman: menerbangkan drone. Ia merekam keindahan taman bermain tersebut dari ketinggian untuk kemudian dibagikan ke komunitasnya dan media sosial.

Baca Juga  Sudin SDA Jaksel Kebut Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung, Targetkan Jalur Utama Lancar dalam 3 Hari

“Hasil rekaman drone ini biasanya saya share ke grup teman-teman driver. Banyak yang tanya lokasi ini di mana, ya saya rekomendasikan saja karena tempatnya nyaman dan fasilitasnya lumayan lengkap. Kadang saya jadikan konten untuk TikTok juga,” kata Roy menceritakan antusiasmenya terhadap teknologi visual tersebut.

Antara Tugas Ayah dan Panggilan Orderan

Cerita serupa datang dari Suhaimi (50), seorang driver ojol asal Jakarta Barat yang menempuh perjalanan cukup jauh ke Jakarta Selatan demi menyenangkan sang buah hati. Suhaimi menilai Taman Bendera Pusaka memiliki daya tarik tersendiri karena luasnya area dan fasilitas yang komplit.

Berbeda dengan Roy yang memilih istirahat total, Suhaimi tetap menyalakan aplikasinya meski sedang menemani anak bermain. Ia memanfaatkan lokasi taman yang strategis di dekat kawasan ekonomi produktif. “Aplikasi tetap nyala, sambilan saja. Apalagi daerah sini, dekat Blok M, biasanya orderan ramai. Sambil menyelam minum air, nemenin anak sambil nunggu bunyi (orderan),” jelas Suhaimi.

Baca Juga  Penghormatan Terakhir bagi Sang Patriot: Jenazah Ryamizard Ryacudu Bakal Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Keberadaan taman-taman gratis seperti ini di Jakarta menjadi oase bagi warga, terutama mereka yang berprofesi di sektor informal. Di tengah biaya hidup yang tinggi, wisata jakarta yang ramah di kantong menjadi solusi bagi para orang tua untuk tetap memberikan hak bermain bagi anak-anak mereka tanpa harus menguras dompet.

Sore itu, Taman Bendera Pusaka bukan sekadar hamparan rumput dan wahana plastik, melainkan ruang di mana kasih sayang seorang ayah melampaui rasa lelah mengejar target harian di jalanan ibu kota.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul