Wajah Baru Madrasah: AHY Kucurkan Rp 4 Triliun untuk Revitalisasi Ribuan Sekolah di Seluruh Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 14:04 WIB
Kabarmalam.com — Pemerintah terus memacu langkah nyata dalam memperkokoh fondasi pendidikan nasional melalui transformasi infrastruktur yang masif. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan rencana besar untuk merevitalisasi sebanyak 1.397 bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tersebar di berbagai penjuru tanah air. Proyek ambisius ini tidak main-main, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai angka Rp 4 triliun.
Langkah strategis ini secara resmi dipayungi oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Dalam kunjungannya ke MTs Negeri Kota Bogor pada Jumat (19/6/2026), AHY menegaskan bahwa penguatan infrastruktur pendidikan adalah kunci utama untuk mencetak generasi unggul. Ia memaparkan bahwa pembenahan ini mencakup renovasi total, rehabilitasi bangunan yang rusak, hingga penguatan struktur agar fasilitas belajar mengajar jauh lebih layak dan aman.
Skema Anggaran dan Tahapan Pembangunan
Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur ini dibagi ke dalam dua fase utama untuk memastikan efektivitas dan kualitas hasil akhir. Pada tahap pertama, pemerintah fokus melakukan penguatan pada 548 madrasah dengan alokasi dana sebesar Rp 1,3 triliun. Program tahap awal ini menggunakan skema single year contract yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2025.
Memasuki tahap kedua, cakupan wilayah diperluas ke 849 madrasah dengan total anggaran mencapai Rp 2,35 triliun. “Di tahap kedua ini, ada yang bersifat kontrak tahun tunggal, seperti di Kalimantan Barat yang mencakup 13 madrasah dengan nilai Rp 60 miliar. Namun, mayoritas yakni 836 madrasah dikerjakan dengan skema multi year contract untuk periode 2025-2026,” ujar AHY menjelaskan rincian teknis program tersebut.
Respons Terhadap Tragedi dan Harapan Masa Depan
Dibalik angka-angka besar ini, terdapat misi kemanusiaan dan evaluasi mendalam dari pemerintah. AHY mengungkapkan bahwa program prioritas ini juga merupakan respons cepat terhadap insiden memilukan ambruknya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada September tahun lalu yang sempat memakan korban jiwa. Kejadian tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera melakukan audit dan perbaikan menyeluruh terhadap gedung-gedung sekolah di bawah naungan Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan.
Menurut AHY, kualitas pengajaran sangat dipengaruhi oleh kenyamanan dan keamanan fasilitas yang ada. Dengan gedung yang kokoh, para guru diharapkan dapat mengajar dengan lebih maksimal, sementara siswa dapat belajar tanpa rasa was-was. “Semua ini adalah kunci sukses untuk menciptakan SDM unggul demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya menutup penjelasan.
Saat ini, progres pembangunan di beberapa lokasi menunjukkan angka yang menggembirakan. Secara nasional, pengerjaan telah mencapai 62 persen, bahkan khusus untuk MTs Negeri di Kota Bogor yang dikunjungi Menteri AHY, progresnya telah menyentuh angka 95 persen dan hampir siap digunakan sepenuhnya untuk kegiatan belajar mengajar.