Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kemendagri Desak Kepala Daerah Galakkan Gerakan Tanam Cabai Demi Tekan Laju Inflasi

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 08 Jun 2026 14:04 WIB
Kemendagri Desak Kepala Daerah Galakkan Gerakan Tanam Cabai Demi Tekan Laju Inflasi

Kabarmalam.com — Persoalan harga cabai yang fluktuatif kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, secara tegas menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk segera menginisiasi gerakan tanam cabai di wilayah masing-masing. Langkah konkret ini dinilai sebagai solusi paling efektif untuk menekan ketergantungan pasokan antar-daerah yang selama ini menjadi pemicu utama lonjakan harga di pasar.

Tantangan Pasokan: Industri vs Konsumsi Rumah Tangga

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid di Jakarta, Tomsi mengungkapkan sebuah realita mengejutkan di balik kelangkaan stok di pasaran. Ia menyebutkan bahwa sekitar 80 persen hasil produksi cabai merah nasional sebenarnya diserap oleh sektor industri untuk kebutuhan pembuatan saus sambal botolan dan saset. Kondisi ini menyisakan volume yang sangat terbatas untuk perdagangan antar-kota maupun konsumsi rumah tangga harian.

Baca Juga  Langkah Cepat Kemendagri: Kejar Administrasi Anggaran Pascabencana Sumatera Sebelum Musim Hujan Tiba

“Kita tidak bisa terus-menerus hanya mengandalkan distribusi dari daerah lain. Mengingat sebagian besar hasil panen masuk ke pabrik, maka volume yang beredar di masyarakat menjadi tipis. Di sinilah peran pemerintah daerah diuji untuk menciptakan kemandirian produksi lokal,” tegas Tomsi Tohir dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Cabai Merah Jadi ‘Biang Kerok’ Inflasi Mei 2026

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, sektor makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi signifikan terhadap angka inflasi nasional sebesar 0,39 persen. Dari sekian banyak komoditas, cabai merah muncul sebagai penyumbang tekanan inflasi tertinggi dengan kenaikan harga yang mencapai angka fantastis 25,64 persen, memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen.

Baca Juga  Terjerat Skandal Pemerasan Pejabat, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Resmi Berbaju Oranye KPK

Angka tersebut menjadi alarm bagi para pemimpin daerah, terutama di wilayah yang masyarakatnya memiliki tingkat konsumsi cabai sangat tinggi. Tomsi mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warganya tanpa harus selalu menggantungkan nasib pada pasokan dari kabupaten atau kota tetangga.

Aksi Nyata Lewat Optimalisasi TPID

Guna memutus siklus kenaikan harga yang terus berulang, Kemendagri mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk segera merumuskan strategi jangka panjang. Gerakan menanam secara mandiri, baik di lahan pertanian luas maupun pemanfaatan pekarangan rumah, diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Pengendalian inflasi bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan butuh aksi nyata yang berkelanjutan di lapangan. Jika daerah tersebut memang dominan pemakan cabai, maka produksinya harus digenjot dari wilayah sendiri,” tambah Tomsi dengan nada tegas.

Baca Juga  "Disalibkan" oleh Tuduhan Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Klaim Tak Curi Sepeser pun Uang Pertamina

Pertemuan strategis ini juga diikuti secara intensif oleh berbagai instansi krusial, mulai dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Polri, hingga perwakilan dari Kejaksaan Agung dan TNI. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menyeimbangkan kembali harga pangan di tingkat nasional demi menjaga daya beli masyarakat luas.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul