Ikuti Kami
kabarmalam.com

Rahasia di Balik Penentuan Hari Kamis pada Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 07 Mei 2026 16:34 WIB
Rahasia di Balik Penentuan Hari Kamis pada Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk rutinitas tahunan, satu momen sakral selalu menyita perhatian umat Kristiani di seluruh penjuru dunia: peringatan Kenaikan Yesus Kristus. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa perayaan agung ini seolah “setia” pada hari Kamis? Meski tanggal masehinya senantiasa berubah mengikuti kalender hari Paskah, posisi hari Kamis tetap menjadi jangkar yang tidak pernah bergeser dalam tradisi liturgi.

Logika di Balik Hitungan 40 Hari

Penentuan hari Kamis ini bukanlah sebuah kebetulan matematis semata, melainkan berakar kuat pada catatan alkitabiah. Berdasarkan keyakinan kristiani, Yesus Kristus naik ke surga tepat pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya. Karena momen kebangkitan tersebut dirayakan setiap hari Minggu pada perayaan Paskah, maka secara otomatis, perhitungan hari ke-40 tersebut akan selalu jatuh pada hari Kamis.

Baca Juga  Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati: DPR Desak Negara Berikan Kompensasi dan Rehabilitasi Jangka Panjang bagi Santriwati

Sebagai gambaran nyata, mari kita intip penanggalan mendatang. Pada tahun 2025, Paskah jatuh pada Minggu, 20 April, sehingga Kenaikan Yesus Kristus diperingati pada Kamis, 29 Mei 2025. Pola yang sama berlanjut di tahun 2026, di mana Paskah jatuh pada 5 April dan hari Kenaikan menyusul pada Kamis, 14 Mei 2026. Konsistensi ini menjadikan hari tersebut sering dijuluki sebagai “Kamis Suci” di berbagai belahan dunia.

Makna Spiritual: Sebuah Misi yang Tuntas

Namun, di balik perhitungan kalender tersebut, tersimpan makna teologis yang sangat mendalam. Kenaikan Yesus Kristus bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan proklamasi kemenangan ilahi. Peristiwa ini dipandang sebagai bukti otentik bahwa misi penyelamatan-Nya di bumi telah tuntas dan Ia kembali ke tahta kemuliaan di sisi Bapa.

Baca Juga  Tragedi Bom di Kolombia Jelang Pilpres: 7 Warga Sipil Tewas, Wilayah Cauca Mencekam

Mengutip esensi dari berbagai tradisi Kristen, momen ini juga menegaskan kodrat manusiawi Yesus yang kini dimuliakan dalam kemuliaan Allah yang definitif. Bagi para penganutnya, kenaikan ini memberikan harapan baru; sebuah janji bahwa Yesus pergi untuk menyediakan tempat tinggal yang kekal bagi umat-Nya.

Peran Roh Kudus dan Transformasi Iman

Selain sebagai simbol kepulangan, peristiwa Kenaikan juga menandai fase krusial dalam sejarah gereja, yakni persiapan turunnya Roh Kudus. Energi spiritual inilah yang diyakini memberdayakan manusia untuk menjadi saksi atas kelahiran, kematian, hingga kebangkitan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peringatan yang jatuh setiap hari Kamis ini, umat diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka di dunia. Sebagaimana Yesus menyelesaikan tugas-Nya dengan sempurna, umat Kristiani pun diingatkan untuk terus menebar kasih dan kebaikan, memelihara iman yang teguh sembari menantikan janji-janji surgawi yang telah digariskan.

Baca Juga  Tragedi Berdarah di Pesta Pernikahan Purwakarta: 5 Fakta Pemilik Hajatan Tewas di Tangan Preman
Tentang Penulis
Husnul
Husnul