Tragedi Berdarah di Mojokerto: Badut Penjual Balon Tega Habisi Mertua dan Lukai Istri
Rabu, 06 Mei 2026 23:35 WIB
Kabarmalam.com — Suasana tenang di Dusun Sumbertempur, Mojokerto, seketika berubah menjadi mencekam setelah sebuah aksi kekerasan brutal terjadi di salah satu rumah kontrakan warga. Satuan (43), seorang pria yang sehari-harinya menyambung hidup sebagai badut penjual balon, tega melakukan tindakan di luar nalar terhadap istri dan ibu mertuanya sendiri.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Rabu pagi, sekitar pukul 07.30 WIB. Di dalam rumah sederhana yang telah mereka tempati selama delapan bulan terakhir, Satuan secara membabi buta menyerang istrinya, Sri Wahyuni alias Yuni (35). Tanpa belas kasihan, pelaku membenturkan wajah istrinya ke lantai kamar berkali-kali sebelum akhirnya menyayat leher korban menggunakan sebilah pisau dapur.
Intervensi Berujung Maut
Di tengah jeritan dan kekacauan tersebut, Siti Arofah (53), ibu kandung Yuni yang tinggal tepat di sebelah rumah kontrakan mereka, datang berniat melerai. Namun malang, kehadiran Siti justru memicu amarah Satuan yang sudah gelap mata. Niat tulus sang mertua untuk menyelamatkan anaknya justru berujung pada tragedi pembunuhan yang mengerikan.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengonfirmasi bahwa Siti Arofah menjadi sasaran utama setelah memergoki aksi keji menantunya tersebut. Berdasarkan pengakuan pelaku, ia menusuk perut Siti sebanyak tiga kali dan menggorok leher korban sebanyak dua kali hingga tewas seketika di lokasi kejadian.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Siti Arofah ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar, sementara putrinya, Yuni, ditemukan dalam kondisi kritis di area kamar belakang dengan luka-luka yang sangat parah. Saat ini, Yuni tengah berjuang melewati masa kritis di bawah perawatan intensif tim medis RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
“Ibunya (Siti) cuma memergoki pelaku saat sedang menganiaya istrinya,” jelas AKP Aldhino memberikan keterangan terkait motif sementara di balik penganiayaan sadis tersebut. Sementara itu, jenazah Siti Arofah telah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, untuk menjalani proses autopsi guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Langkah Hukum Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada hilangnya nyawa ini menjadi sorotan tajam masyarakat setempat, mengingat sosok pelaku yang dikenal warga sebagai penjual balon keliling dengan kostum badut.
Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam jeratan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.