AHY Tegaskan Keselamatan Publik Jadi Prioritas Utama dalam Reformasi Transportasi Umum
Rabu, 06 Mei 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Menanggapi berbagai dinamika di sektor mobilitas warga, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Fokus utamanya adalah melakukan evaluasi mendalam serta koreksi total terhadap sistem transportasi publik guna menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat pengguna moda transportasi umum (transum).
Langkah responsif ini disampaikan AHY saat meninjau kondisi di lapangan di Bekasi Timur baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa transformasi transportasi tidak hanya soal kecepatan dan efisiensi, melainkan tentang bagaimana setiap nyawa terlindungi dengan standar keamanan yang mumpuni.
Instruksi Presiden: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi
“Arahan Presiden sangat jelas, lakukan pembenahan dan penataan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan hingga tataran lapangan. Keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono dalam keterangan tertulisnya.
Terkait insiden yang sempat terjadi di Stasiun Bekasi Timur, AHY memastikan bahwa proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan dikawal dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini dilakukan agar akar permasalahan dapat ditemukan dan dicarikan solusi permanennya.
Memperkuat Infrastruktur Rel dan Meminimalkan Risiko
Pemerintah, melalui Kemenko Infrastruktur, berkomitmen untuk terus memperkuat standar keselamatan transportasi di seluruh Indonesia. Salah satu langkah konkret yang sedang digenjot adalah percepatan pembangunan infrastruktur rel yang lebih modern, aman, serta meminimalkan keberadaan lintasan sebidang yang sering kali menjadi titik rawan kecelakaan.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memastikan akan mengawal ketat seluruh proses tindak lanjut hingga situasi di sektor transportasi benar-benar pulih dan stabil. AHY menekankan bahwa setiap langkah yang diambil harus berorientasi pada pencegahan jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
“Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia. Kita akan pastikan setiap langkah dilakukan secara terbuka, profesional, dan mengutamakan aspek preventif,” pungkasnya dengan nada optimis untuk perbaikan sistem transportasi nasional yang lebih baik.