Ikuti Kami
kabarmalam.com

Pramono Anung Pastikan Kampus IKJ Tetap di Cikini, Kota Tua Disulap Jadi Ruang Ekspresi Baru

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 09 Apr 2026 20:41 WIB

Kabarmalam.com — Isu mengenai pemindahan kampus legendaris Institut Kesenian Jakarta (IKJ) akhirnya terjawab dengan tegas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menepis kabar burung yang menyebut institusi pendidikan seni tertua di Jakarta itu akan direlokasi sepenuhnya ke kawasan Kota Tua.

Pramono menegaskan bahwa denyut nadi IKJ akan tetap berdetak di lokasi asalnya, Cikini, Jakarta Pusat. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang tengah menyiapkan sebuah kejutan besar: sebuah ruang ekspresi tambahan bagi para mahasiswa dan seniman di jantung sejarah Jakarta, yakni kawasan Kota Tua.

“Saya ingin meluruskan narasi yang beredar. Kita tidak sedang memindahkan IKJ, melainkan memberikan panggung yang lebih luas bagi kreativitas,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota, Kamis (9/4/2026). Menurutnya, rencana ini merupakan bagian dari visi besar untuk menghidupkan kembali sisi artistik dan budaya Jakarta melalui revitalisasi kawasan bersejarah.

Baca Juga  Target Terencana: Pelaku Penembakan di Jamuan Makan Malam Gedung Putih Incar Lingkaran Dalam Donald Trump

Kota Tua Sebagai ‘Creative Hub’ Masa Depan

Pemprov DKI saat ini memang sedang gencar menata ulang Kota Tua agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan menjadi titik temu publik yang dinamis. Dalam rencana pengembangan tersebut, sebuah gedung khusus sedang dipersiapkan untuk menampung berbagai aktivitas seni, mulai dari studio kreatif, ruang pameran, hingga area pertunjukan terbuka yang bisa diakses masyarakat luas.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pramono melihat potensi Kota Tua yang memiliki kemiripan atmosfer dengan kota-kota bersejarah di dunia, seperti Amsterdam di Belanda. Kehadiran sivitas akademika IKJ di sana diharapkan mampu menciptakan dinamika seni yang organik dan memikat wisatawan mancanegara maupun lokal.

Baca Juga  Tragedi di Benhil: Dua PRT Nekat Loncat dari Lantai 4 demi Kabur, Satu Orang Tewas

“Tujuan utamanya adalah menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata yang merawat nilai kultural. Jika mahasiswa seni berkegiatan di sana, interaksi antara publik dan karya kreatif akan semakin hidup. Ini akan memperkuat identitas Jakarta sebagai poros ekonomi kreatif yang kompetitif,” tambah Pramono dengan optimis.

Dengan kebijakan ini, para seniman muda Jakarta dipastikan akan memiliki lebih banyak ruang untuk berkarya tanpa harus kehilangan sejarah panjang mereka di Cikini. Kota Tua nantinya tidak hanya akan menjadi sekumpulan bangunan tua yang membisu, melainkan sebuah laboratorium seni yang terus berdenyut sepanjang waktu.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul