Ikuti Kami
kabarmalam.com

Abadikan Jejak Serangan, Iran Ubah Puing Universitas Isfahan Jadi Museum Perang

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 03 Mei 2026 18:34 WIB
Abadikan Jejak Serangan, Iran Ubah Puing Universitas Isfahan Jadi Museum Perang

Kabarmalam.com — Pemerintah Iran mengambil langkah simbolis yang mendalam pasca-konflik dengan memutuskan untuk melestarikan reruntuhan bangunan universitas yang hancur akibat serangan udara. Lokasi yang luluh lantak tersebut tidak akan dibangun ulang secara fisik sebagai ruang kelas, melainkan dialihfungsikan menjadi sebuah museum perang untuk mendokumentasikan apa yang mereka sebut sebagai jejak penindasan terhadap institusi pendidikan.

Monumen Perlawanan Intelektual

Zafarollah Kalantari, Kepala Universitas Teknologi Isfahan, menyatakan bahwa situs yang terkena dampak serangan gabungan pada Maret lalu itu akan dibiarkan dalam kondisi aslinya. Tujuannya jelas: menjadi saksi bisu bagi generasi mendatang mengenai sejarah kelam yang menimpa dunia akademis mereka. “Lokasi yang rusak ini akan dilestarikan sebagai museum di lingkungan kampus agar tetap menjadi dokumen sejarah mengenai penindasan ilmiah yang dialami negara ini,” ungkap Kalantari sebagaimana dilansir dari AFP.

Baca Juga  Trump Ancam Tarik 5.000 Pasukan, Jerman Bereaksi dengan Desak Iran Buka Selat Hormuz

Dampak Kerugian dan Rencana Pemulihan

Berdasarkan penilaian awal, kerusakan yang dialami Universitas Teknologi Isfahan sangat masif. Estimasi kerugian pada bangunan serta fasilitas penelitian mencapai angka $11 juta. Meski sebagian area dipertahankan sebagai museum, pihak universitas telah mengalokasikan lahan baru untuk membangun gedung pengganti. Rencananya, gedung baru tersebut akan dilengkapi dengan peralatan canggih guna memastikan kegiatan pendidikan tinggi di Isfahan tetap berjalan maksimal tanpa hambatan teknologi.

Peristiwa yang terjadi pada Maret lalu itu tidak hanya menyasar satu titik. Laporan resmi menunjukkan bahwa serangan tersebut menghantam lebih dari 30 universitas di seluruh wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Selain menghancurkan fasilitas riset, serangan di Isfahan dilaporkan melukai empat orang staf dan merusak berbagai infrastruktur sipil serta daerah pemukiman di sekitarnya.

Baca Juga  Strategi Ahmad Luthfi Amankan Stok Hewan Kurban: Tinjau Langsung Program 'Healing' di Sragen

Menatap Masa Depan Pasca-Gencatan Senjata

Situasi di wilayah tersebut kini telah memasuki masa tenang setelah kesepakatan gencatan senjata resmi diberlakukan sejak 8 April. Fokus kini beralih dari konfrontasi militer menuju upaya pemulihan dan preservasi sejarah. Dengan mengubah bekas reruntuhan menjadi museum, Iran nampaknya ingin memastikan bahwa narasi mengenai dampak serangan tersebut tidak akan pudar ditelan waktu, menjadikan kampus bukan sekadar tempat belajar, tapi juga simbol ketahanan nasional di tengah tekanan internasional.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul