Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trump Ancam Tarik 5.000 Pasukan, Jerman Bereaksi dengan Desak Iran Buka Selat Hormuz

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 03 Mei 2026 23:03 WIB
Trump Ancam Tarik 5.000 Pasukan, Jerman Bereaksi dengan Desak Iran Buka Selat Hormuz

Kabarmalam.com — Eskalasi ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Jerman kini memasuki babak baru yang memicu pergeseran geopolitik di kawasan Timur Tengah. Keputusan mengejutkan Presiden Donald Trump untuk menarik sedikitnya 5.000 personel militer dari tanah Jerman tampaknya telah memicu reaksi berantai yang signifikan dari Berlin.

Respon Jerman Terhadap Tekanan Washington

Menanggapi retaknya hubungan bilateral tersebut, Jerman melalui Menteri Luar Negerinya, Johann Wadephul, secara terbuka melontarkan desakan keras kepada Iran. Berlin menuntut agar Teheran segera membuka kembali Selat Hormuz, sebuah jalur maritim krusial bagi pasokan energi global yang selama ini menjadi titik panas konflik.

“Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, kami memiliki visi yang selaras: Iran harus sepenuhnya dan secara terverifikasi meninggalkan ambisi senjata nuklirnya. Selain itu, mereka harus segera membuka Selat Hormuz, sebagaimana yang ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio,” ungkap Wadephul melalui pernyataan resminya yang dikutip dari laman X.

Baca Juga  Jejak Pelarian Alung Berakhir: Kurir Sabu 58 Kg yang Sempat Kabur Berhasil Diringkus Kembali

Dinamika Internal dan Kritik Strategi

Langkah diplomasi ini muncul di tengah situasi yang kompleks. Sebelumnya, tokoh politik Jerman, Merz, sempat melontarkan kritik tajam terkait eskalasi konflik AS-Iran. Ia menilai Washington tengah menghadapi situasi yang sulit di bawah kepemimpinan Iran saat ini dan mengecam apa yang ia sebut sebagai kurangnya strategi matang dari pihak Gedung Putih dalam menangani krisis di kawasan tersebut.

Masa Depan Kehadiran Militer AS di Eropa

Rencana penarikan ribuan tentara Amerika ini tentu bukan tanpa alasan. Retaknya hubungan antara Trump dan para pemimpin Jerman menjadi pemicu utama di balik instruksi tersebut. Menanggapi hal ini, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan bahwa langkah AS tersebut sebenarnya sudah dapat diprediksi sebelumnya.

Baca Juga  Trump dan Strategi 'Bajak Laut' di Selat Hormuz: Raup Untung Besar dari Blokade Iran

“Kehadiran tentara Amerika di Eropa, khususnya di Jerman, bukan sekadar bantuan sepihak. Hal ini merupakan kepentingan bersama yang vital, baik bagi kedaulatan kita maupun bagi kepentingan strategis Amerika Serikat sendiri,” tegas Pistorius dalam sebuah laporan yang dilansir oleh DPA.

Meskipun tensi sedang memanas, Berlin tampaknya masih berupaya menjaga keseimbangan antara memenuhi tuntutan aliansi Barat dengan menjaga stabilitas keamanan di Timur Tengah. Kini, publik internasional menunggu apakah desakan Jerman terhadap Iran ini akan meredakan kemarahan Trump atau justru menambah daftar panjang konflik di panggung dunia.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul