Banjir Bandang Terjang Desa Jamali Cianjur: 35 Rumah Terendam dan Puluhan Keluarga Mengungsi
Sabtu, 02 Mei 2026 00:36 WIB
Kabarmalam.com — Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Intensitas hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir bandang yang merendam sedikitnya 35 rumah warga dan memaksa sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) untuk meninggalkan kediaman mereka demi mencari tempat yang lebih aman.
Bencana ini dilaporkan telah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Puncaknya terjadi pada Jumat sore, ketika hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama berjam-jam menyebabkan debit air sungai meluap drastis. Ketinggian air yang awalnya hanya semata kaki merangkak naik dengan cepat hingga mencapai lebih dari 1,5 meter saat menjelang petang.
Arus Deras yang Menghancurkan
Kepala Desa Jamali, Cece Rusmana, mengungkapkan bahwa luapan air sungai datang dengan arus yang sangat kuat. Kondisi ini mengakibatkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan parah hingga dinding bagian belakangnya jebol diterjang material banjir. Barang-barang berharga milik warga pun tak sempat terselamatkan dan hanyut terbawa arus.
“Awalnya air hanya setinggi 30 centimeter, namun menjelang magrib posisinya terus naik dengan arus yang sangat deras. Total 35 rumah terdampak, dan satu di antaranya rusak berat,” ujar Cece saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Penyebab Utama: Pendangkalan Sungai
Fenomena bencana alam ini mengejutkan warga sekitar, mengingat wilayah tersebut relatif aman dari terjangan banjir selama puluhan tahun terakhir. Cece menduga kuat bahwa penyebab utama meluapnya air adalah adanya pendangkalan sungai yang berada tepat di dekat pemukiman warga.
“Sudah puluhan tahun daerah ini aman. Namun, dua hari terakhir ini banjir bandang justru melanda. Kami melihat terjadi pendangkalan yang signifikan di dasar sungai, sehingga tidak mampu lagi menampung volume air saat hujan lebat turun,” tambahnya.
Penanganan Medis dan Evakuasi Terpadu
Merespons situasi darurat tersebut, tim gabungan dari BPBD Cianjur, TNI, Polri, PMI, hingga relawan langsung diterjunkan ke lokasi. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan membantu proses pembersihan material lumpur yang masuk ke dalam rumah.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga menyiagakan tim tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisi fisik para pengungsi. Banyak warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem dan lingkungan yang kotor.
“Tim medis kami langsung bergerak memeriksa warga. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang jatuh sakit lebih parah pasca musibah ini. Selain itu, bantuan logistik berupa makanan juga telah kami salurkan untuk menjamin kebutuhan pokok para korban tetap terpenuhi,” tegas Alexander.
Langkah Antisipasi Jangka Panjang
Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, Polres Cianjur berencana melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Rencana pengerukan sungai akan segera diusulkan guna mengembalikan normalisasi aliran sungai di kawasan Mande.
Di sisi lain, Ketua PMI Cianjur, Ahmad Fikri, menyatakan bahwa belasan relawan PMI masih berjaga dan membantu warga membersihkan sisa-sisa lumpur. “Kami berupaya agar masyarakat bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan kondisi hunian yang layak dan bersih. Bantuan logistik akan terus kami pantau distribusinya agar merata,” pungkasnya.