Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Menhub dan Dirut KAI Sampaikan Duka Mendalam di Rumah Korban
Kamis, 30 Apr 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban pasca insiden memilukan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, melakukan takziah ke sejumlah rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung pada Kamis (30/4/2026).
Rombongan pejabat teras, yang juga menyertakan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, mengawali kunjungan mereka di kediaman almarhumah Nurlaela yang berlokasi di kawasan Cikarang Timur. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan upaya nyata untuk memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan maksimal di tengah masa sulit ini.
Langkah Nyata dan Permohonan Maaf PT KAI
Setelah dari Cikarang, perjalanan berlanjut menuju wilayah Tambun untuk menyambangi kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna. Dalam kesempatan tersebut, Bobby Rasyidin secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kecelakaan kereta nahas yang telah merenggut banyak nyawa tersebut.
“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan moril secara langsung dan memastikan seluruh hak keluarga korban terpenuhi. Atas nama manajemen, kami menyampaikan duka yang sangat mendalam dan memohon maaf yang sebesar-besarnya atas musibah ini,” ujar Bobby dengan nada rendah hati. Selain kunjungan pimpinan tertinggi, seluruh jajaran direksi KAI juga dikabarkan telah bergerak mendatangi rumah duka korban lainnya di berbagai lokasi untuk menyerahkan santunan.
Investigasi Menyeluruh Demi Keselamatan Publik
Terkait penyebab pasti tabrakan antara kereta api jarak jauh dan KRL tersebut, pihak otoritas menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Evaluasi mendalam terhadap standar operasional prosedur (SOP) akan dilakukan agar keselamatan perjalanan kereta di masa mendatang lebih terjamin dan tidak ada lagi keluarga yang harus kehilangan orang tercinta.
Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia, mengungkapkan betapa putrinya sangat bergantung pada layanan transportasi publik ini untuk menopang rutinitasnya. “Setiap hari anak saya menggunakan KRL rute Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami hanya berharap proses investigasi ini berjalan lancar dan transparan sehingga penyebabnya segera terungkap,” tuturnya penuh harap.
Sebagai catatan, tragedi Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) lalu merupakan salah satu insiden transportasi yang memilukan tahun ini. Tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 orang mengalami luka-luka. Hingga saat ini, dari puluhan korban luka, 43 orang telah diizinkan pulang, sementara sisanya masih harus berjuang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.