Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kapolri Listyo Sigit Ajak Buruh Rayakan May Day di Monas: Pererat Sinergi demi Iklim Investasi Sehat

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 14 Apr 2026 18:03 WIB
Kapolri Listyo Sigit Ajak Buruh Rayakan May Day di Monas: Pererat Sinergi demi Iklim Investasi Sehat

Kabarmalam.com — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melontarkan ajakan penuh kesejukan kepada seluruh elemen pekerja di tanah air. Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, Jenderal Sigit menekankan bahwa kunci utama kesejahteraan pekerja terletak pada terjaganya iklim investasi yang kondusif dan hubungan industrial yang harmonis.

Pesan bermakna ini disampaikan Kapolri saat menghadiri agenda Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama Keluarga Besar KSPSI AGN yang digelar di PT KMK Global Sports, Tangerang, Banten, pada Selasa (14/4/2026) sore. Kehadiran Jenderal Sigit yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat KSPSI disambut dengan antusiasme tinggi oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea beserta ribuan buruh yang memadati lokasi acara.

Seruan Persatuan di Monas

Dalam orasi di depan ribuan buruh, Jenderal Sigit secara khusus mengajak para pekerja dan pengusaha untuk merayakan hari buruh secara bersama-sama di Monas, Jakarta. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi simbol kekompakan nasional yang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang stabil.

Baca Juga  Menjaga Napas Seni Ukir Nusantara: Strategi Lestari Moerdijat Melahirkan Maestro Kelas Dunia

“Saya mengajak rekan-rekan pengusaha untuk hadir bersama kita merayakan hari istimewa ini di Monas, yang rencananya juga akan dihadiri oleh Bapak Presiden. Mari kita jadikan momen ini sebagai kemenangan bersama bagi buruh dan seluruh rakyat Indonesia,” tutur Jenderal Sigit dengan nada optimis.

Ia menambahkan bahwa perayaan yang aman, tertib, dan damai akan memberikan citra positif bagi Indonesia di mata internasional. Hal ini krusial untuk membuktikan bahwa sinergi antara buruh dan pengusaha di Indonesia mampu memberikan ruang yang aman bagi investasi global untuk masuk ke dalam negeri.

Menghadapi Gejolak Ekonomi Global

Menyinggung kondisi ekonomi saat ini, Kapolri mengingatkan tentang fluktuasi ekonomi global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa strategi bertahan terbaik bagi Indonesia adalah dengan memajukan sektor industrialisasi.

Baca Juga  Wamentan Sudaryono: Jaga Sapi Betina Produktif Demi Ketahanan Pangan Nasional

“Survival kita bergantung pada kemampuan kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah ‘karpet merah’ bagi investasi. Jika industri tumbuh sehat, maka kesejahteraan buruh secara otomatis akan terjaga. Buruh yang sejahtera adalah hasil dari industri yang kuat dan mendapatkan hak-hak serta insentif yang layak,” jelasnya.

Dialog Non-Formal sebagai Solusi Regulasi

Terkait polemik seputar regulasi dan UU Cipta Kerja, Kapolri memberikan saran strategis bagi serikat pekerja dan asosiasi pengusaha. Ia mendorong dilakukannya lebih banyak pertemuan non-formal untuk mencari titik temu atau win-win solution sebelum sebuah kebijakan masuk ke ranah legislatif.

“Saya mendorong rekan-rekan buruh dan pengusaha untuk sering duduk bersama secara informal. Berembuk dan cari jalan tengahnya, sehingga saat proses revisi bergulir di DPR, tidak ada lagi sumbatan komunikasi atau hambatan yang mengganggu,” ungkap mantan Kabareskrim tersebut.

Baca Juga  Strategi Jitu Dinas LH DKI Jakarta: Optimalkan RDF Rorotan Guna Atasi Beban TPST Bantargebang

Agenda yang berlangsung hangat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Kapolda Banten Irjen Hengki, serta jajaran petinggi Mabes Polri seperti Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir dan para Dewan Penasihat KSPSI termasuk Arsjad Rasjid yang membidangi sektor ekonomi. Hadir pula Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang lainnya.

Melalui pertemuan ini, Kapolri kembali menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam mengawal hak-hak buruh sekaligus memastikan roda ekonomi tetap berputar melalui stabilitas keamanan yang terjamin.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul