Takjub Inovasi Polri di Tuban, Presiden Prabowo: Saya Bukan Pura-Pura Memuji
Sabtu, 16 Mei 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Ada suasana yang berbeda saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda besar Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, Presiden mengaku sangat terkesan dan memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai terobosan yang diinisiasi oleh institusi kepolisian, khususnya dalam mendukung program strategis nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, serta prosesi peletakan batu pertama untuk 10 gudang ketahanan pangan dan peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tak segan melontarkan pujian kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kinerja dan inovasi yang nyata.
Objektivitas di Tengah Transformasi Polri
Presiden Prabowo menyoroti pembangunan SPPG yang menurutnya sangat luar biasa dari segi kebersihan dan ketertiban. Ia menegaskan bahwa pujian yang diberikannya bukanlah sekadar basa-basi politik, melainkan penilaian yang objektif berdasarkan fakta di lapangan.
“Saya melihat Pak Listyo Sigit ini berhasil. Sebenarnya saya ini cukup pelit dalam memberikan penghargaan, tapi saya ingin bersikap objektif. Program pemenuhan gizi ini saya lihat sangat hebat, paling bersih, dan sangat tertib,” ungkap Prabowo sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Ketertarikan Presiden semakin memuncak saat ia menyadari bahwa ini adalah kali ketiga dirinya diundang dalam agenda panen raya yang diinisiasi oleh Polri. Di setiap kehadirannya, ia selalu menemukan hal-hal baru yang inovatif. “Ada pameran stand dan selalu ada bukti inovasi. Ini yang membuat saya gembira, dan kegembiraan saya ini tulus, bukan pura-pura,” tambahnya.
Solusi Energi dari Limbah Jagung
Salah satu inovasi yang paling mengejutkan Presiden adalah keberhasilan Polri dalam mengubah limbah bonggol jagung menjadi briket arang. Di tengah bayang-bayang krisis energi global yang menghantui banyak negara, terobosan ini dianggap sebagai angin segar bagi kemandirian energi nasional.
“Dunia sedang krisis energi, banyak negara yang panik. Tapi tadi saya diberi tahu, ‘Pak, tenang, kita bisa bikin briket arang dari bonggol jagung.’ Wah, ini luar biasa. Sesuatu yang tadinya dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi baru,” kata Prabowo dengan nada lega.
Membuktikan Diri di Tengah Kritik
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga memberikan pesan menyentuh mengenai citra Polri di mata masyarakat. Ia menyadari bahwa selama ini Bhayangkara negara sering kali mendapat kritik tajam dan desakan reformasi dari berbagai pihak. Namun, melalui aksi nyata seperti program ketahanan pangan dan inovasi energi ini, Polri telah membuktikan dedikasinya kepada rakyat.
“Polisi RI sering dicaci maki, sedikit-sedikit dikritik, diminta reformasi. Tapi hari ini, kalian membuktikannya dengan karya nyata. Terima kasih Kapolri, terima kasih seluruh anggota polisi,” pungkasnya.
Acara tersebut ditutup dengan momen ikonik di mana Presiden Prabowo, yang mengenakan topi koboi, turun langsung melakukan panen jagung menggunakan mesin pemanen otomatis (corn reaper), simbol semangat modernisasi pertanian di tanah air.