Nostalgia Akmil: Cerita Jenaka Presiden Prabowo Kenang Masa Lalu Bersama Sahabat Karibnya
Sabtu, 11 Apr 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana hangat menyelimuti gelaran Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat. Di hadapan para pendekar dan pengurus silat, Presiden Prabowo Subianto tampak tidak canggung membagikan kisah masa lalunya yang penuh warna saat masih menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
Dalam sambutannya pada Sabtu (11/4/2026), mata Prabowo tertuju pada sosok Mayor Jenderal TNI (Purn) Nachrowi Ramli, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Putra Betawi. Dengan gaya bicara yang mengalir dan penuh keakraban, Prabowo memperkenalkan Nachrowi bukan sekadar sebagai rekan organisasi, melainkan sebagai sahabat seperjuangan yang berbagi atap selama masa pendidikan militer.
Perbedaan Karakter: Si Disiplin dan Si Nakal
Kenangan Prabowo melayang ke masa-masa di barak Akmil. Ia mengungkapkan bahwa Nachrowi Ramli adalah sosok teman yang tidur tepat di sebelah tempat tidurnya. Namun, yang menarik perhatian hadirin adalah pengakuan jujur Prabowo mengenai perbedaan karakter mereka saat itu.
“Beliau ini teman sebelah tempat tidur saya sewaktu di militer. Kalau dia itu sosok yang sangat disiplin, nah kalau saya, ya bisa dibilang agak nakal waktu itu,” kenang Prabowo yang langsung disambut gelak tawa riuh dari para peserta Munas.
Tidak berhenti di situ, Prabowo pun melontarkan candaan segar yang mencairkan suasana formal acara tersebut. Sambil tersenyum tipis, ia menambahkan bahwa meski dulunya ia tergolong siswa yang kurang disiplin dibandingkan sahabatnya itu, garis tangan membawanya ke posisi tertinggi di negeri ini. “Tapi biar begitu, saya Presiden sekarang,” selorohnya yang kembali memicu tawa hangat di ruangan.
Saksi Ketaatan Ibadah
Di balik candaannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi mendalam terhadap integritas Nachrowi Ramli. Bagi Prabowo, disiplin yang ditunjukkan sahabatnya itu bukan sekadar formalitas militer, melainkan terpancar hingga ke kehidupan spiritualnya. Ia memberikan kesaksian langsung bagaimana ketaatan Nachrowi dalam menjalankan kewajiban agama tidak pernah luntur sejak muda.
“Ini benar, saya adalah saksinya. Beliau sangat disiplin dalam segala hal. Ibadah lima waktu tidak pernah absen, beliau selalu menjaganya dengan sangat baik,” tegas Prabowo dengan nada penuh rasa hormat.
Dua Dekade Memimpin IPSI
Kehadiran Prabowo dalam acara ini juga menandai tonggak sejarah kepemimpinannya di organisasi pencak silat terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2004, Prabowo telah menakhodai IPSI selama lima periode berturut-turut, atau lebih dari dua dekade lamanya.
Munas XVI yang digelar pada 9-11 April 2026 ini memiliki agenda krusial, yakni pemilihan Ketua Umum PB IPSI untuk periode 2026-2030. Proses penjaringan calon pemimpin baru ini telah berlangsung ketat selama lebih dari satu bulan untuk memastikan masa depan pencak silat Indonesia tetap berada di jalur yang gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional.