Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Kondom Global Terancam Melejit Hingga 30 Persen
Selasa, 28 Apr 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai merambah ke ranah yang tak terduga, yakni industri alat kontrasepsi global. Raksasa produsen kondom asal Malaysia, Karex, memberikan peringatan keras bahwa harga produk mereka kemungkinan besar akan mengalami lonjakan signifikan, bahkan hingga menyentuh angka 30 persen atau lebih jika konflik bersenjata terus mengganggu stabilitas pasokan bahan baku dunia.
Krisis Jalur Logistik dan Bahan Baku
Direktur Eksekutif Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa biaya produksi telah merangkak naik secara tajam sejak api konflik mulai berkobar. Sebagai produsen kondom terbesar di planet ini, Karex memproduksi lebih dari lima miliar unit per tahun. Perusahaan ini merupakan pemasok utama bagi merek-merek ternama seperti Durex dan Trojan, serta melayani kebutuhan institusi kesehatan besar seperti National Health Service (NHS) di Inggris.
Masalah utamanya terletak pada terganggunya pasokan minyak global. Sejak Iran merespons manuver militer lawan dengan ancaman blokade di Selat Hormuz, jalur nadi perdagangan dunia praktis tersendat. Perlu diketahui, sekitar seperlima dari total volume minyak mentah dan Gas Alam Cair (LNG) dunia melewati selat tersebut. Karex sangat bergantung pada produk turunan minyak, seperti amonia untuk menjaga stabilitas lateks dan pelumas berbasis silikon, yang kini harganya kian tak terkendali.
Paradoks Permintaan di Tengah Ketidakpastian
Menariknya, di tengah bayang-bayang resesi dan perang, permintaan akan kondom justru melonjak hingga 30 persen tahun ini. Goh Miah Kiat menjelaskan fenomena psikologis ini sebagai bentuk pertahanan diri masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Saat masa depan terasa suram dan kepastian lapangan kerja meragukan, banyak pasangan memilih untuk menunda memiliki keturunan.
“Dalam masa sulit seperti ini, kebutuhan akan kondom justru semakin besar karena orang-orang khawatir dengan masa depan mereka. Jika memiliki bayi sekarang, itu berarti ada tambahan beban finansial yang harus ditanggung,” ujar Goh dalam sebuah wawancara naratif yang menyoroti realitas pahit di balik industri ini.
Efek Domino Terhadap Komoditas Lain
Kenaikan harga kondom hanyalah puncak gunung es dari dampak konflik Timur Tengah. Riset terbaru menunjukkan bahwa sektor energi yang terguncang telah memicu kenaikan tarif penerbangan kelas ekonomi hingga 24 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, gangguan di Teluk juga menyebabkan kelangkaan helium untuk pembuatan chip komputer serta melonjaknya harga pupuk pertanian.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah mengeluarkan peringatan serupa. Biaya transportasi yang membengkak diprediksi akan mengerek harga bahan pangan pokok seperti gula, produk susu, hingga buah-buahan. Di sisi lain, status negosiasi antara pihak-pihak yang bertikai masih menggantung, meninggalkan pasar dalam kondisi waspada tinggi.
Situasi ini menegaskan betapa rapuhnya rantai pasok global saat ini. Mulai dari urusan dapur hingga urusan ranjang, semuanya kini ikut terdampak oleh eskalasi militer di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.