Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Maut di Basement Proyek Jagakarsa: 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun dalam Tangki

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 04 Apr 2026 22:12 WIB
Tragedi Maut di Basement Proyek Jagakarsa: 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun dalam Tangki

Kabarmalam.com — Sebuah insiden memilukan menyelimuti proyek pembangunan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Empat nyawa melayang dalam sekejap setelah para pekerja terjebak di dalam tangki penampungan air atau ‘geloteng’. Para korban diduga kuat menghirup gas beracun yang terkumpul di dalam ruang hampa udara tersebut saat sedang menjalankan tugas pembersihan.

Kronologi Kejadian di Kedalaman Basement

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat (3/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim di lapangan, keempat korban yang berinisial YN (31), M (61), TS (62), dan MF (18) awalnya mendapatkan instruksi dari mandor proyek untuk menguras tangki penampungan air bersih yang terletak di bagian basement gedung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa petaka muncul sesaat setelah para pekerja mencoba membuka penutup tangki. Naas, para korban justru terjatuh ke dalam lubang penampungan tersebut. Rekan kerja lainnya yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi lingkungan yang ekstrem membuat upaya evakuasi mandiri tersebut menjadi bumerang.

Baca Juga  Menjelang Isra Miraj 2026, Inilah Alasan Mengapa Meninggalkan Shalat Bisa Berakibat Fatal!

Minim Peralatan Keselamatan

Dugaan sementara menyebutkan bahwa keselamatan kerja di area proyek tersebut menjadi faktor krusial yang terabaikan. Saat rekan korban mencoba membantu, mereka tidak dilengkapi dengan peralatan safety yang memadai. Rasa pengap dan hawa panas yang menyengat langsung menyambut siapa saja yang mendekati lubang tangki tersebut.

“Saksi di lokasi merasakan hawa yang sangat panas dan kondisi yang sangat pengap di sekitar area geloteng saat mencoba melakukan evakuasi,” ujar Budi Hermanto. Kondisi ini memperkuat indikasi adanya akumulasi gas berbahaya atau minimnya kadar oksigen di dalam ruang bawah tanah tersebut.

Korban Jiwa dan Penyelidikan Kepolisian

Meskipun tim medis dan ambulans segera dikerahkan untuk membawa para korban ke RS Pasar Rebo, nyawa keempatnya tidak tertolong. Pihak rumah sakit menyatakan para korban telah meninggal dunia setibanya di unit gawat darurat. Tak hanya korban jiwa, insiden ini juga mengakibatkan tiga pekerja lainnya, yakni U (41), AJ (36), dan S (62), mengalami sesak napas akut dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati.

Baca Juga  Krisis Selat Hormuz: 20.000 Pelaut dan 1.500 Kapal Terjebak di Tengah Ketegangan Iran-AS

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan secara mendalam untuk mencari bukti-bukti primer terkait penyebab pasti kebocoran gas atau malapraktik prosedur kerja.

Fokus Investigasi Kelalaian Proyek

Investigasi kini diarahkan pada aspek kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) di area proyek bangunan tersebut. Polisi sedang mengkaji apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengelola atau mandor yang memerintahkan pengerjaan di ruang terbatas tanpa proteksi yang layak.

“Kami berkomitmen melakukan penyelidikan intensif, baik dari sisi teknis maupun unsur kelalaian. Standar keselamatan kerja adalah harga mati yang tidak boleh ditawar dalam setiap proyek konstruksi,” tegas Kombes Budi. Kasus ini menjadi alarm keras bagi industri konstruksi di Jakarta Selatan untuk lebih memperketat pengawasan terhadap risiko kerja di ruang terbatas.

Baca Juga  Dedikasi Tanpa Batas di Garis Depan Bencana, Andre Rosiade Terima Penghargaan Medal of Honor dari JPS
Tentang Penulis
Husnul
Husnul