Ikuti Kami
kabarmalam.com

Polemik Baliho Ultah Jokowi di Solo: Gerindra Layangkan Protes, Wali Kota Beri Jawaban Menohok

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 23 Jun 2026 12:04 WIB
Polemik Baliho Ultah Jokowi di Solo: Gerindra Layangkan Protes, Wali Kota Beri Jawaban Menohok

Kabarmalam.com — Suasana politik di Kota Bengawan mendadak riuh menyusul bertebarannya baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Pemasangan atribut visual tersebut rupanya memicu reaksi dingin dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Solo yang secara terang-terangan menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surakarta.

Berdasarkan pantauan di sudut-sudut kota, salah satu baliho yang mencuri perhatian publik berada di kawasan Jalan dr. Wahidin, Purwosari, Laweyan. Baliho tersebut menampilkan potret Jokowi yang tengah tersenyum dalam balutan kemeja putih ikoniknya. Di bagian atas foto, tersemat logo resmi Pemerintah Kota serta logo branding kota “Solo The Spirit of Java”.

Narasi dalam baliho tersebut tertulis jelas: “Pemerintah Kota Surakarta mengucapkan 21 Juni 2026 Selamat Ulang Tahun ke-65 Bp. Ir. H. JOKO WIDODO PRESIDEN KE-7 RI”. Langkah Pemkot ini ternyata dipantau ketat oleh pihak oposisi internal daerah.

Baca Juga  Skandal 'Politik Outsourcing' Bupati Fadia Arafiq: Cara Licin Manfaatkan Nasib Pekerja demi Kekuasaan

Kekecewaan Gerindra: Mempertanyakan Kesetaraan Apresiasi

Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai keberadaan baliho serupa di sedikitnya tujuh titik strategis. Ia menyayangkan penggunaan fasilitas milik Pemkot Solo untuk kepentingan yang dinilainya subjektif.

“Saya mendapat laporan dari rekan-rekan bahwa ucapan tersebut ada di sekitar tujuh titik, dan semuanya menggunakan baliho milik Pemkot Surakarta,” ujar Ardianto saat ditemui di Gedung DPRD Solo. Ia menduga pemasangan ini merupakan bentuk kejutan atau ‘surprise’ dari Wali Kota Solo, Respati Ardi, untuk sang mantan presiden.

Namun, poin utama kegusaran Ardianto bukan sekadar soal baliho tersebut, melainkan adanya kesan tebang pilih. Ia mempertanyakan mengapa perlakuan serupa tidak diberikan kepada Ketua Umum Gerindra yang juga Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto.

Baca Juga  Respon Tegas Menteri HAM Natalius Pigai Atas Vonis Prajurit TNI dalam Kasus Andrie Yunus

“Kenapa ketika Pak Prabowo ulang tahun tidak ada ucapan serupa? Ini yang membuat saya kecewa dengan kebijakan Mas Wali. Padahal beliau juga Presiden dan kader utama kami,” sesalnya.

Jawaban Santai Wali Kota Respati Ardi

Menanggapi polemik tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat bicara dengan nada tenang. Ia menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut murni merupakan bentuk apresiasi historis terhadap sosok yang pernah memimpin Solo selama dua periode (2005-2012) sebelum akhirnya menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Ini adalah bentuk apresiasi kita. Kita semua ingat bagaimana Kota Surakarta mengalami transformasi pembangunan yang luar biasa di era beliau. Tentu ini rasa terima kasih dari pemerintah kota kepada Wali Kota ke-16 sekaligus Presiden ke-7 RI. Semoga beliau terus menginspirasi kami yang bertugas saat ini,” papar Respati.

Baca Juga  Strategi Prabowo Tutup Kebocoran Devisa: Andre Rosiade Dukung Penuh Pembentukan PT Danantara

Ketika disinggung mengenai absennya ucapan serupa untuk Presiden Prabowo Subianto, Respati memberikan jawaban singkat yang cukup telak. “Lah, kan sekarang yang sedang ulang tahun beliau (Jokowi), ya bagaimana,” tutupnya mengakhiri pembicaraan.

Ketegangan kecil ini menjadi dinamika menarik di Solo, menggambarkan bagaimana simbol-simbol di ruang publik seringkali menjadi pemantik diskusi politik yang hangat di tengah masyarakat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul