Ikuti Kami
kabarmalam.com

Strategi Prabowo Tutup Kebocoran Devisa: Andre Rosiade Dukung Penuh Pembentukan PT Danantara

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 23 Mei 2026 00:33 WIB
Strategi Prabowo Tutup Kebocoran Devisa: Andre Rosiade Dukung Penuh Pembentukan PT Danantara

Kabarmalam.com — Langkah berani Presiden Prabowo Subianto dalam mengamankan kekayaan negara mendapat apresiasi tinggi dari parlemen. Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus menangani ekspor sumber daya alam, dinilai sebagai solusi jitu untuk mengakhiri praktik ‘kebocoran’ pendapatan negara yang selama ini menghantui perekonomian nasional.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah terobosan strategis. Menurutnya, keberadaan PT DSI akan menjadi garda terdepan dalam memastikan tata kelola ekspor komoditas unggulan Indonesia menjadi lebih transparan dan memberikan keuntungan maksimal bagi negara.

Melawan Praktik Under Invoicing dan Transfer Pricing

Dalam keterangannya, Andre menyoroti persoalan menahun yang kerap merugikan negara dalam jumlah fantastis. Praktik seperti under invoicing atau manipulasi nilai faktur ekspor, serta transfer pricing ke luar negeri, menjadi fokus utama yang ingin diberantas melalui lembaga baru ini.

Baca Juga  Reshuffle di Tubuh Badan Gizi Nasional: Dadan Hindayana Legawa dan Serahkan Tongkat Estafet kepada Nanik S Deyang

“Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada masalah ini. Potensi kerugian negara yang hilang ditaksir mencapai angka 150 miliar dolar AS. Bahkan, ada ketidaksinkronan data ekspor dan impor pada komoditas strategis seperti sawit. Hal-hal seperti ini tidak boleh lagi dibiarkan terjadi di era kepemimpinan sekarang,” tegas Andre yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP IKM tersebut.

Andre menambahkan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dikelola secara terintegrasi. Dengan pengawasan yang ketat melalui PT DSI, perusahaan-perusahaan tidak akan lagi memiliki celah untuk melakukan kecurangan dalam transaksi ekspor. Langkah ini, menurutnya, merupakan pengejawantahan nyata dari Pasal 33 UUD 1945, di mana kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Baca Juga  Bongkar Praktik Prostitusi di Balik Gemerlap Karaoke Jakbar, Polisi Tetapkan Lima Tersangka Termasuk Sang Direktur

Memulangkan Devisa dan Memperkuat Rupiah

Salah satu dampak signifikan yang diharapkan dari pembentukan BUMN ekspor ini adalah kembalinya Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke tanah air. Selama ini, banyak dana hasil kekayaan alam Indonesia justru ‘parkir’ di bank-bank luar negeri, sehingga tidak memberikan dampak langsung pada likuiditas domestik.

“Dengan adanya PT DSI, seluruh transaksi ekspor diarahkan untuk masuk kembali ke sistem keuangan nasional. Ini akan secara otomatis memperkuat cadangan devisa kita. Jika cadangan devisa kuat, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan jauh lebih terjaga,” jelas Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu.

Stabilitas ekonomi nasional menjadi target akhir dari kebijakan ini. Andre meyakini bahwa penguatan fundamental ekonomi melalui pengelolaan ekspor yang benar akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Baca Juga  Diplomasi Hangat di Istana Élysée: Prabowo dan Macron Bahas Masa Depan Energi Hingga Pendidikan

Komitmen Pengawasan DPR

Sebagai mitra kerja pemerintah, Komisi VI DPR RI berkomitmen untuk mengawal penuh implementasi kebijakan ini. Andre memastikan pihaknya akan terus memantau agar PT Danantara Sumber Daya Indonesia berjalan sesuai relnya dan tidak menyimpang dari tujuan awal pembentukannya.

Kabar mengenai kesiapan operasional PT DSI sendiri kian menguat seiring dengan disiapkannya kantor pusat di Wisma Danantara. Selain itu, beredar informasi bahwa manajemen profesional akan dipercayakan kepada sosok berpengalaman seperti Luke Thomas Mahony untuk memimpin perusahaan strategis ini.

“Kami akan pastikan pengelolaan kekayaan bangsa ini transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada kepentingan nasional,” pungkas Andre.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul