Akhir Pelarian Taufik Hidayat: Penyekap Sadis di Bandung Berhasil Diringkus di Majalaya
Rabu, 24 Jun 2026 00:04 WIB
Kabarmalam.com — Jejak pelarian Taufik Hidayat (30), tersangka utama dalam kasus penganiayaan brutal dan penyekapan terhadap kekasihnya, YTR (29), akhirnya menemui titik buntu. Pria yang sempat menggegerkan publik dengan aksi kejinya di Bandung ini berhasil diringkus setelah sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran petugas kepolisian.
Titik Akhir Pelarian di Majalaya
Setelah melakukan pengejaran intensif, pihak kepolisian berhasil melacak keberadaan Taufik di kawasan Majalaya, Jawa Barat. Penangkapan ini menjadi penutup dari rangkaian pelarian pelaku yang berusaha mengaburkan jejak di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan data kepolisian, Taufik terdeteksi berpindah-pindah tempat mulai dari kawasan Bandung Raya hingga sempat menyeberang ke arah Karawang.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa selama masa pelariannya, pelaku tidak pernah keluar dari wilayah hukum Jawa Barat. “Pelaku hanya keluar dari wilayah Bandung Raya saja, yaitu menuju Karawang, sebelum akhirnya berhasil kami amankan,” tutur Hendra saat memberikan keterangan pada Selasa (23/6).
Detik-detik Penangkapan: Tak Berkutik dan Pasrah
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen penangkapan Taufik kini beredar luas. Dalam video tersebut, pria yang dikenal garang saat melakukan aksi penganiayaan sadis tersebut tampak kehilangan nyalinya. Mengenakan jaket dengan wajah tertunduk, Taufik hanya bisa menjawab pertanyaan petugas dengan nada rendah dan raut wajah yang pasrah.
“Taufik Hidayat, Pak,” jawabnya lirih ketika petugas menanyakan identitasnya di dalam mobil kepolisian. Tidak ada perlawanan berarti saat tim penyidik melakukan penyergapan di lapangan. Pelaku terlihat sangat kooperatif, seolah menyadari bahwa ruang geraknya untuk bersembunyi telah habis sepenuhnya.
Proses Hukum dan Pemeriksaan Kesehatan
Kasus yang melibatkan tindakan penyekapan Bandung ini kini memasuki babak baru yang lebih serius. Segera setelah ditangkap, Taufik langsung digiring untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisinya sebelum menjalani interogasi lebih dalam. Polda Jawa Barat sendiri telah menjadwalkan agenda konferensi pers untuk mengungkap motif serta detail kekejaman yang dilakukan pelaku selama masa penyekapan tersebut.
Agenda rilis resmi kasus ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu (24/6) siang pukul 12.30 WIB di Riung Mumpulung, Mapolda Jabar. Publik kini menanti keadilan bagi korban, YTR, yang dikabarkan mengalami trauma mendalam akibat perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh tersangka selama bertahun-tahun.