Ikuti Kami
kabarmalam.com

Misi Mulia Celine Winarta Melalui Nayan Project: Menggugah Kesadaran Deteksi Dini Buta Warna Sejak Usia Sekolah

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 24 Jun 2026 18:04 WIB
Misi Mulia Celine Winarta Melalui Nayan Project: Menggugah Kesadaran Deteksi Dini Buta Warna Sejak Usia Sekolah

Kabarmalam.com — Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu kesehatan mata, khususnya mengenai kondisi buta warna pada anak-anak, disinyalir masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Menanggapi fenomena tersebut, Celine Winarta, seorang remaja visioner berusia 16 tahun sekaligus pendiri Anak Cerah Indonesia (ACI), meluncurkan sebuah inisiatif progresif yang diberi nama Nayan Project.

Nayan Project hadir sebagai napas baru dalam gerakan kampanye dan edukasi kesehatan yang fokus pada pemahaman mendalam mengenai kondisi buta warna sejak dini. Langkah konkret dari gerakan ini telah diwujudkan melalui program perdana yang sukses diselenggarakan di SDN 022 Cicadas, Kota Bandung, pada Senin, 22 Juni 2026 yang lalu.

Kolaborasi Strategis untuk Literasi Mata

Inisiatif yang diusung oleh Celine ini tidak berjalan sendirian. Nayan Project merupakan buah manis dari kolaborasi antara ACI dengan institusi medis terkemuka, RS Mata Pusat Cicendo, serta Panon Mahia Nusa. Dalam paparannya, Celine menjelaskan bahwa kondisi buta warna atau color vision deficiency bukanlah sekadar hambatan visual biasa, melainkan adanya gangguan pada sel kerucut (cone cells) di retina yang membuat seseorang sulit membedakan spektrum warna tertentu.

Baca Juga  Misteri Pria Bersimbah Darah di Depan SPBU Veteran Bogor Terungkap, Diduga Akibat Kecelakaan Tunggal dan Luka Kaca

Inspirasi di balik lahirnya Nayan Project ternyata memiliki kedekatan emosional bagi Celine. Ia menceritakan pengalamannya melihat langsung bagaimana seorang kawan dekat berjuang dengan kondisi buta warna sejak kecil. “Namun, berkat deteksi dini yang dilakukan secara tepat, teman saya tersebut mampu menjalani hidup secara normal dan terus berkembang secara optimal. Dari sanalah keinginan saya muncul untuk melakukan sesuatu yang berdampak luas,” ungkap Celine dalam keterangan tertulisnya.

Menghapus Stigma dan Membuka Peluang

Semangat Celine kian membara setelah ia mendalami literasi melalui buku bertajuk Nayan dan Misteri Warna karya Direktur Utama RS Mata Pusat Cicendo, dr. Antonia Kartika. Kedepannya, Nayan Project mematok target ambisius untuk memperluas jangkauan edukasi ke berbagai provinsi di Indonesia. Salah satu misi besarnya adalah mendorong pemerintah agar biaya pemeriksaan buta warna dapat diakomodasi oleh layanan BPJS Kesehatan.

Baca Juga  Aksi Heroik di Perairan Meranti: Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 27 Kg Sabu Jaringan Internasional

Senada dengan hal tersebut, dr. Antonia Kartika mengungkapkan bahwa prevalensi buta warna di Indonesia menunjukkan angka yang cukup signifikan. Meski data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat angka 0,7 persen, namun berbagai studi lapangan menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi, berkisar antara 2 hingga 5 persen pada populasi anak usia sekolah.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Dalam sosialisasi tersebut, dr. Antonia menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengenali gejala awal pada anak. Beberapa indikasi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Anak sering keliru saat menyebutkan nama warna dasar.
  • Kesulitan dalam mengikuti instruksi atau pelajaran yang menggunakan kode warna.
  • Tampak bingung atau ragu-ragu saat membaca peta atau diagram berwarna.
Baca Juga  Menjemput Keberkahan Langit: Panduan Lengkap Doa Meminum Air Zamzam untuk Segala Hajat

Beliau menegaskan bahwa upaya pemeriksaan mata ini sama sekali bukan untuk membatasi masa depan sang anak. Sebaliknya, informasi medis yang akurat sejak awal justru menjadi kunci agar anak mendapatkan strategi adaptasi yang tepat. “Anak-anak harus memahami bahwa buta warna bukanlah sebuah kekurangan yang mematikan prestasi, melainkan sebuah kondisi unik yang dapat dikelola dengan pengetahuan dan dukungan yang benar,” imbuh dr. Antonia.

Kegiatan perdana Nayan Project di Bandung ini disambut antusias oleh sekitar 200 peserta, yang terdiri dari kombinasi harmonis antara siswa, tenaga pendidik, hingga para orang tua. Untuk menambah semarak suasana, ACI turut menggandeng produsen alat tulis ternama, Snowman, yang membagikan bingkisan kepada anak-anak, menjadikan momen pemeriksaan kesehatan ini terasa lebih menyenangkan dan penuh keceriaan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul