Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trump Murka! Senat AS Batasi Kekuatan Perang Terhadap Iran, Sebut Senator Republik ‘Pecundang’

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 24 Jun 2026 14:34 WIB
Trump Murka! Senat AS Batasi Kekuatan Perang Terhadap Iran, Sebut Senator Republik 'Pecundang'

Kabarmalam.com — Eskalasi ketegangan di panggung politik Amerika Serikat kembali memuncak setelah Senat secara resmi meloloskan resolusi yang membatasi ruang gerak militer Presiden Donald Trump terhadap Iran. Keputusan ini memicu kemarahan besar dari sang presiden, yang tidak hanya menyerang oposisi, tetapi juga melontarkan kritik pedas kepada rekan-rekan separtainya sendiri.

Presiden Donald Trump secara terbuka mengecam langkah Senat yang mengesahkan resolusi untuk mengakhiri permusuhan terhadap Iran tanpa izin Kongres. Melalui pernyataan di platform Truth Social, Trump menyebut langkah legislatif yang dikenal sebagai “UU Kekuatan Perang” ini muncul pada momentum yang sangat tidak tepat dan dianggapnya sama sekali tidak berarti bagi strategi luar negeri AS.

Baca Juga  Kapolri Listyo Sigit Ajak Buruh Rayakan May Day di Monas: Pererat Sinergi demi Iklim Investasi Sehat

Pembangkangan dari Internal Republik

Dalam pemungutan suara yang berlangsung dramatis tersebut, Senat AS berhasil mengumpulkan 50 suara mendukung berbanding 48 suara menolak. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran empat Senator Partai Republik yang memutuskan untuk ‘berbelok’ dan memberikan dukungan mereka kepada kubu Demokrat. Mereka adalah Bill Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul.

Sikap pembangkangan ini memicu murka Donald Trump. Dengan gaya bahasanya yang blak-blakan, ia menyebut keempat politisi tersebut sebagai “pecundang.” Trump merasa langkah mereka justru memperlemah posisi tawar AS di mata dunia, khususnya di tengah upayanya untuk menekan Teheran.

Klaim Trump: Iran Sudah Terpojok

Trump berargumen bahwa kebijakannya selama ini telah berhasil membuat Iran berada dalam posisi yang sangat sulit. “Saya telah membuat Iran ‘terpojok’, siap untuk jatuh, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, mereka menunjukkan rasa hormat kepada Amerika Serikat,” tulis Trump dengan nada tinggi. Menurutnya, resolusi ini justru memberikan sinyal yang salah kepada negara yang ia sebut sebagai sponsor terorisme nomor satu di dunia.

Baca Juga  Trump Desak Israel Hentikan Gempuran di Lebanon: "Perdamaian Sudah di Depan Mata"

Ia menambahkan bahwa tindakan para senator tersebut seolah-olah memberikan napas tambahan dan dukungan moral kepada musuh di saat Amerika seharusnya bersatu. Meskipun merasa pekerjaannya dipersulit oleh dinamika internal di Senat AS, Trump menegaskan bahwa ia akan tetap menyelesaikan misinya dengan caranya sendiri.

Langkah Simbolis yang Kuat

Secara teknis, resolusi ini menginstruksikan presiden untuk menghentikan segala bentuk tindakan militer yang menyasar Iran, kecuali jika Kongres memberikan lampu hijau secara resmi. Meski saat ini Washington dan Teheran tengah berada dalam periode damai sementara setelah ketegangan hebat beberapa waktu lalu, resolusi ini menjadi sebuah pernyataan politik yang sangat kuat.

Keberhasilan pengesahan ini menandai momen penting bagi Kongres setelah sembilan upaya pemungutan suara sebelumnya selalu kandas tanpa mencapai mayoritas. Bagi banyak pihak, ini adalah bentuk penolakan simbolis paling nyata dari legislatif terhadap potensi pecahnya perang Iran yang baru, sekaligus menjadi pengingat bagi Trump bahwa kekuasaan eksekutif dalam hal perang memiliki batas-batas konstitusional yang harus dihormati.

Baca Juga  Rahasia Kebugaran Donald Trump: Alergi Olahraga Berat tapi Tetap Energik di Usia Senja
Tentang Penulis
Husnul
Husnul