Jembatan Vital di Sumur Pandeglang Ambruk, Akses Utama Antardesa Lumpuh Total
Rabu, 24 Jun 2026 21:05 WIB
Kabarmalam.com — Keterisolasian kini menghantui warga di pelosok Kabupaten Pandeglang. Sebuah jembatan krusial yang menjadi nadi penghubung antardesa di Kampung Tarikolot, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, dilaporkan ambruk total. Insiden ini praktis memutus urat nadi ekonomi dan mobilitas sosial bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses tersebut.
Kronologi Kejadian: Beban Berat di Atas Fondasi Rapuh
Peristiwa yang melumpuhkan infrastruktur Pandeglang ini dipicu saat sebuah truk pengangkut pasir bermuatan berat melintasi jembatan tersebut. Kondisi struktur bangunan yang memang sudah dimakan usia tak lagi mampu menahan beban, hingga akhirnya ambrol dan tak lagi bisa dilalui.
Sekretaris Desa Tunggal Jaya, Andi Suandi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan ambruk ini sebenarnya bukanlah kejutan yang tidak terduga. Menurutnya, pihak desa sudah berulang kali melaporkan kerusakan jembatan yang telah bertahan selama puluhan tahun tanpa perbaikan menyeluruh tersebut.
“Kondisinya memang sudah rusak berat. Jembatan ini sudah puluhan tahun berdiri dan belum pernah mendapatkan pembangunan baru meskipun sudah kami usulkan sebelumnya,” ujar Andi dengan nada prihatin pada Selasa (23/6).
Dampak Luas: Tiga Desa Terisolasi
Ambruknya jembatan di Kampung Tarikolot ini membawa dampak domino yang signifikan. Jembatan ini merupakan akses tunggal yang menghubungkan Desa Tunggal Jaya dengan Desa Ujung Jaya, Cigorondong, hingga Taman Jaya. Tanpa adanya jalur alternatif yang memadai, aktivitas warga kini praktis terhenti.
Masyarakat kini mendesak adanya solusi cepat agar distribusi logistik dan akses kesehatan tidak terganggu lebih lama lagi di wilayah ujung barat Pulau Jawa tersebut.
Respon Cepat Pemkab Pandeglang di Tengah Kepungan Bencana
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan. Tidak hanya fokus pada jembatan, tim juga memantau titik bencana longsor yang mengancam kawasan Hunian Tetap (Huntap) penyintas tsunami di Kampung Palimping, Sumur.
Kepala DPUPR Pandeglang, Roni, mengonfirmasi bahwa jajarannya sedang melakukan pemetaan intensif untuk menentukan langkah rekonstruksi yang paling efektif. “Tim kami sudah berada di lokasi untuk melakukan survei teknis, termasuk meninjau area longsor di Huntap. Kami sedang menganalisa hasil di lapangan sebelum dikoordinasikan lebih lanjut,” jelas Roni pada Rabu (24/6/2026).
Langkah Selanjutnya: Menanti Realisasi Penanganan
Meskipun peninjauan telah dilakukan, pihak Pemkab Pandeglang menyatakan bahwa penanganan fisik belum bisa dilakukan secara instan. Hasil survei lapangan akan menjadi dasar penentuan skala prioritas anggaran dan teknis pembangunan kembali jembatan yang ambruk tersebut.
Warga berharap, janji peninjauan ini segera terealisasi dalam bentuk pembangunan nyata, bukan sekadar survei berkala, mengingat pentingnya akses jembatan tersebut bagi keberlangsungan hidup ribuan warga di Kecamatan Sumur.