Miris! Demi Konten Viral, Sejumlah Siswa SD dan SMP di Pandeglang Nekat Gelar Simulasi Tawuran
Kamis, 16 Apr 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Fenomena haus eksistensi di jagat maya kembali memicu perilaku menyimpang di kalangan anak di bawah umur. Baru-baru ini, sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi tawuran pelajar di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, mendadak viral dan memicu keresahan masyarakat. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, aksi tersebut nyatanya hanyalah sebuah rekayasa demi kebutuhan konten media sosial.
Hanya Sandiwara demi ‘Likes’
Kapolsek Cibaliung, AKP Asep Jamaludin, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan hasil investigasi, aksi tersebut dilakukan pada Selasa (14/4) lalu di luar jam operasional sekolah. Meskipun terlihat mencekam dalam video, pihak kepolisian memastikan tidak ada bentrokan fisik yang benar-benar terjadi.
“Setelah kami dalami, para siswa tersebut mengaku hanya main-main. Mereka sengaja membuat video itu untuk dijadikan konten media sosial, jadi bukan tawuran yang sebenarnya,” ujar AKP Asep Jamaludin saat memberikan keterangan pada Kamis (16/4). Ia menambahkan bahwa motif utama di balik tindakan tersebut adalah keinginan untuk tampil menonjol di dunia digital.
Langkah Pembinaan dan Pengawasan Ketat
Merespons kegaduhan yang timbul, pihak Kepolisian Sektor Cibaliung bergerak cepat dengan memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari para siswa yang terlibat, orang tua, hingga pihak sekolah. Langkah ini diambil untuk memberikan edukasi agar kenakalan remaja dalam bentuk simulasi kekerasan semacam itu tidak terulang kembali.
Para siswa yang terlibat kini telah mendapatkan pembinaan khusus dan menandatangani janji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat mencoreng nama baik institusi pendidikan. Polisi menduga kuat bahwa ide pembuatan konten tersebut muncul setelah para siswa sering menonton tayangan serupa di platform media sosial.
Pentingnya Peran Orang Tua di Era Digital
Menanggapi tren negatif ini, AKP Asep Jamaludin memberikan imbauan keras kepada para orang tua untuk lebih waspada dalam memantau aktivitas anak, terutama dalam penggunaan gawai. Menurutnya, pengawasan di lingkungan rumah sama pentingnya dengan pengawasan di sekolah guna mencegah anak-anak meniru perilaku negatif media sosial.
“Kami meminta orang tua untuk memperkuat pengawasan di luar jam sekolah. Pantau apa yang mereka tonton di ponsel masing-masing. Guru di sekolah juga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan rutin terhadap ponsel siswa agar hal-hal yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi publik bahwa literasi digital sangat krusial bagi generasi muda agar mereka tidak terjebak dalam upaya mengejar popularitas instan yang merugikan.