Miris! Tradisi Kelam Geng BRAK di Bogor: Siswa SMK Diinjak-injak Sebagai Syarat ‘Ospek’ Masuk Kelompok
Kamis, 04 Jun 2026 22:04 WIB
Kabarmalam.com — Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi brutal terhadap seorang pelajar di kawasan Baranangsiang, Kota Bogor. Dalam video yang viral tersebut, tampak seorang siswa SMK menjadi sasaran kekerasan fisik hingga diinjak-injak oleh sekelompok remaja lainnya. Namun, di balik kebrutalan tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa aksi penganiayaan ini merupakan bagian dari ritual atau ‘ospek’ untuk bergabung ke dalam sebuah kelompok remaja.
Ritual ‘Ospek’ Masuk Geng BRAK
Pihak kepolisian dari Polsek Bogor Timur bergerak cepat merespons keresahan masyarakat. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terungkap bahwa korban yang berinisial R sengaja membiarkan dirinya dianiaya demi mendapatkan pengakuan sebagai anggota baru. Kelompok tersebut diketahui menamakan diri mereka sebagai geng BRAK atau Basis BRAK.
Kapolsek Bogor Timur, AKP Asep Sundana, menjelaskan bahwa kekerasan pelajar tersebut bukan dipicu oleh perselisihan atau dendam, melainkan murni sebagai syarat masuk kelompok. “Pemicunya karena korban ingin bergabung ke kelompok mereka. Jadi semacam ospek, namun dilakukan dengan cara yang sangat tidak manusiawi seperti itu,” ujar Asep pada Kamis (4/6/2024).
Tradisi Kekerasan yang Terorganisir
Senada dengan Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur, Iptu Iwan Heri Setiawan, membenarkan bahwa aksi tersebut diklaim sebagai ‘tradisi’ oleh para pelaku. Geng BRAK sendiri merupakan wadah tongkrongan gabungan dari beberapa sekolah di wilayah Bogor.
“Istilahnya perkenalan bagi anggota baru. Menurut keterangan para pelaku, ini adalah tradisi bagi siapa saja yang ingin masuk ke lingkaran mereka. Tidak ada motif lain selain prosedur bergabung ke geng tersebut,” tambah Iwan saat memberikan keterangan terpisah mengenai fenomena geng motor atau kelompok remaja di wilayahnya.
Enam Pelaku Berhasil Diamankan
Penyelidikan intensif yang dilakukan aparat kepolisian membuahkan hasil. Setidaknya enam orang pelaku yang terlibat dalam video pengeroyokan tersebut telah diamankan oleh petugas. Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Bogor Kota untuk penanganan lebih lanjut mengingat status para pelaku yang mayoritas masih di bawah umur.
Dalam video yang beredar, terdapat tujuh orang yang terekam kamera, termasuk sang korban. Meski berasal dari sekolah yang berbeda, mereka diketahui saling mengenal satu sama lain dalam lingkungan pergaulan yang sama. Polisi juga mengklarifikasi terkait temuan seragam SMA di lokasi kejadian yang sempat menimbulkan tanda tanya. Setelah ditelusuri, baju tersebut bukan milik korban maupun pelaku, melainkan hanya atribut yang tertinggal di area tempat kejadian perkara.
Langkah Antisipasi Kekerasan Remaja
Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan para orang tua di Kota Bogor. Aksi perpeloncoan yang melibatkan fisik berat menunjukkan adanya pergeseran nilai dalam pergaulan remaja saat ini. Pihak kepolisian mengimbau agar sekolah dan orang tua lebih ketat mengawasi lingkaran pertemanan anak-anak mereka guna mencegah keterlibatan dalam aksi kriminalitas remaja yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.
Kini, para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum, sementara korban masih dalam pemantauan untuk pemulihan kondisi fisik maupun psikis pasca-kejadian traumatis tersebut.