Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada ‘Carb-Heavy Diet’, Ahli Gizi Ungkap Mengapa Masyarakat Indonesia Sering Melupakan Protein

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 01 Jun 2026 07:34 WIB
Waspada 'Carb-Heavy Diet', Ahli Gizi Ungkap Mengapa Masyarakat Indonesia Sering Melupakan Protein

Kabarmalam.com — Sudah bukan rahasia lagi jika masyarakat Indonesia memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan karbohidrat. Mulai dari nasi sebagai menu utama hingga berbagai kudapan berbahan dasar tepung, karbohidrat seolah menjadi ‘primadona’ dalam piring makan harian kita. Namun, di balik kenyamanan rasa tersebut, ada nutrisi krusial yang sering kali terabaikan: protein.

Praktisi kesehatan sekaligus spesialis gizi klinik, dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, SpGK, menyoroti fenomena budaya makan ini secara mendalam. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat lokal cenderung didominasi oleh karbohidrat berlebih. Hal ini terlihat jelas bahkan dari kebiasaan memilih camilan sehat yang justru sering kali meleset dari target nutrisi. “Orang Indonesia itu lebih banyak carbs. Kalau ditanya nyemilnya apa, pasti roti-rotian yang isinya karbohidrat lagi. Akhirnya, asupan kita terus-menerus berputar di karbo,” ungkap dr. Diana dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.

Baca Juga  Siasat Makan Jeroan Tanpa Takut Asam Urat, Simak Penjelasan Pakar Penyakit Dalam Berikut Ini

Protein sebagai Pondasi Tubuh yang Tak Tergantikan

Kecenderungan untuk merasa terlalu nyaman dengan karbohidrat membuat banyak orang melupakan peran vital protein dalam metabolisme. dr. Diana mengibaratkan protein sebagai batu bata dalam sebuah konstruksi gedung. Tanpa material yang kokoh sejak awal, bangunan tersebut tidak akan pernah berdiri dengan stabil, apalagi bertahan lama menghadapi waktu.

Kebutuhan akan asupan protein sebenarnya sudah dimulai sejak seseorang masih berada di dalam kandungan sebagai modal awal pembentukan organ. Sebagai elemen pembentuk sel-sel tubuh atau building block, protein sangat diperlukan untuk pertumbuhan. Begitu memasuki fase dewasa, peran protein tidak lantas berhenti atau berkurang urgensinya. Nutrisi ini tetap menjadi kunci utama, terutama dalam pembentukan dan pemeliharaan sel-sel otot tubuh agar tetap prima.

Baca Juga  Misteri Batuk Sebulan Terungkap, Wanita Ini Syok Temukan Piercing Hidung 'Nyangkut' di Paru-Paru

“Seiring bertambahnya usia, kebutuhan protein memang akan disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi fisik, namun fungsinya tetap krusial,” tambah dr. Diana. Ia mengingatkan bahwa terlalu bergantung pada sumber karbohidrat tanpa diimbangi protein yang cukup dapat berdampak pada penurunan massa otot dan kualitas kesehatan jangka panjang.

Menyeimbangkan Piring Makan

Mengubah pola pikir dari sekadar mencari rasa kenyang menjadi makan untuk memenuhi nutrisi adalah tantangan besar di tengah budaya kuliner kita yang kaya akan tepung dan gula. Sangat penting bagi kita untuk mulai meninjau kembali komposisi piring makan sehari-hari.

Menambahkan sumber protein berkualitas, baik hewani maupun nabati, dalam setiap porsi makan adalah langkah awal yang bijak. Dengan memahami prinsip nutrisi seimbang, kita tidak hanya sekadar memuaskan rasa lapar, tetapi benar-benar berinvestasi pada kekuatan dan daya tahan tubuh di masa depan. Kabarmalam.com mengajak pembaca untuk lebih cermat dalam memilih asupan, agar tubuh tidak hanya ‘kenyang karbo’, tapi juga ‘kaya protein’.

Baca Juga  Mengapa Perut Tiba-tiba Mules Jelang Start Lari? Mengenal Pre-Race Anxiety dan Dampaknya pada Pencernaan
Tentang Penulis
Wahid
Wahid