Ikuti Kami
kabarmalam.com

Siasat Makan Jeroan Tanpa Takut Asam Urat, Simak Penjelasan Pakar Penyakit Dalam Berikut Ini

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 26 Mei 2026 15:04 WIB
Siasat Makan Jeroan Tanpa Takut Asam Urat, Simak Penjelasan Pakar Penyakit Dalam Berikut Ini

Kabarmalam.com — Momen hari raya Idul Adha selalu identik dengan aroma sate yang merebak dan sajian gulai yang menggugah selera. Di tengah kemeriahan tersebut, hidangan berbahan dasar jeroan seperti sate hati, gulai babat, hingga paru goreng sering kali menjadi primadona yang sulit ditolak. Namun, di balik kelezatannya, terselip kekhawatiran klasik bagi banyak orang: lonjakan kolesterol dan asam urat yang mengintai pasca-pesta daging.

Jeroan: Sang Provokator Utama Masalah Metabolik

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, memberikan pandangannya. Menurutnya, jeroan memang memiliki profil risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan daging merah biasa dalam hal memicu gangguan kesehatan tertentu.

“Dalam konteks hewan ternak, bagian yang paling signifikan meningkatkan kadar kolesterol dan asam urat memang berasal dari kelompok jeroan,” ungkap dr. Aru dalam sebuah kesempatan diskusi kesehatan baru-baru ini. Penegasan ini seolah memvalidasi ketakutan banyak orang bahwa organ dalam hewan memiliki kandungan purin yang sangat pekat.

Baca Juga  Bahaya Tersembunyi di Balik Botol Minum 'Kadaluarsa': Kisah Tragis Pria yang Keracunan Timbal

Daging vs Jeroan: Mana yang Lebih Aman?

Meski jeroan diberi label merah, dr. Aru memberikan sedikit angin segar bagi para pencinta daging. Ia menjelaskan bahwa daging otot (daging biasa) sebenarnya tidak seberbahaya yang dibayangkan, asalkan dikonsumsi dengan porsi yang terkendali. Daging memang berpotensi meningkatkan parameter kesehatan tersebut, namun tidak sedrastis dampak yang ditimbulkan oleh organ dalam.

Titik kritis masalah biasanya muncul saat pola makan berubah secara ekstrem selama hari raya. “Konsep intinya adalah pola makan. Saat Lebaran Haji, usahakan tetap makan seperti biasa dan jangan kalap atau berlebihan,” tambahnya. Transisi mendadak dari pola makan harian ke konsumsi daging dan jeroan dalam jumlah besar inilah yang sering memicu serangan mendadak bagi penderita gangguan sendi.

Baca Juga  Waspada! BPOM Rilis Daftar 22 Produk Herbal Berbahaya Pemicu Stroke hingga Gagal Ginjal

Ancaman Nyata di Balik Kadar Purin Tinggi

Dukungan ilmiah terhadap peringatan dr. Aru juga ditemukan dalam studi yang dirilis oleh jurnal Annals of the Rheumatic Diseases. Riset tersebut memaparkan fakta medis bahwa konsumsi makanan tinggi purin dari sumber hewani, khususnya jeroan, mampu melipatgandakan risiko serangan gout (nyeri sendi akibat asam urat) hingga hampir lima kali lipat.

Kelebihan jeroan dalam tubuh akan memicu gangguan metabolik purin. Ketika tubuh gagal memproses purin dengan baik, terjadilah penumpukan kristal di berbagai area sensitif. “Dampaknya bisa sangat beragam, mulai dari artritis gout yang menyebabkan pembengkakan sendi yang sangat nyeri, hingga risiko terbentuknya batu saluran ginjal akibat endapan urat,” jelas dr. Aru secara mendalam.

Baca Juga  Tahu vs Tempe: Mana Jawara Nutrisi di Meja Makan Anda? Simak Komparasi Lengkapnya!

Tips Menikmati Hidangan Kurban dengan Bijak

Bagi Anda yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, atau asam urat, dr. Aru menyarankan untuk lebih mawas diri. Menikmati hidangan hari raya tentu diperbolehkan, namun mengenal batasan tubuh adalah kunci utama agar kesehatan tetap terjaga pasca-perayaan.

Pastikan untuk mengimbangi asupan protein hewani dengan sayuran berserat dan asupan air putih yang cukup untuk membantu ginjal membuang sisa metabolisme purin. Dengan pengaturan porsi yang cerdas, Anda tetap bisa merasakan nikmatnya hidangan Idul Adha tanpa harus berakhir di ruang perawatan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid