Laporan Medis Donald Trump: Jantung Terdeteksi 14 Tahun Lebih Muda, Meski Berat Badan Jadi Sorotan
Minggu, 31 Mei 2026 08:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar terbaru mengenai kondisi fisik orang nomor satu di Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya terungkap setelah ia menjalani serangkaian tes kesehatan komprehensif di Walter Reed National Military Medical Center. Dalam laporan resmi yang dirilis oleh Gedung Putih, tim medis menyatakan bahwa Trump berada dalam kondisi yang sangat bugar untuk memimpin negara, meski terdapat beberapa catatan kecil yang menuntut perubahan gaya hidup.
Vitalitas Organ yang Mengejutkan
Dokter kepresidenan, Dr. Sean Barbabella, mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi organ vital Trump menunjukkan performa yang luar biasa di usianya yang sudah tidak muda lagi. Mulai dari fungsi jantung, paru-paru, hingga sistem saraf atau neurologis, semuanya berada dalam level yang sangat kuat. Dalam surat resminya, Dr. Barbabella menegaskan bahwa sang Presiden sepenuhnya layak untuk menjalankan tugas berat sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Negara.
Salah satu poin yang paling mencuri perhatian adalah hasil analisis elektrokardiogram (EKG) yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi mutakhir ini mendeteksi bahwa usia biologis jantung Trump ternyata 14 tahun lebih muda dibandingkan usia kronologis aslinya. Tak hanya itu, ketajaman mentalnya pun diuji melalui Tes Penilaian Kognitif Montreal untuk mendeteksi risiko demensia dini, di mana Trump berhasil meraih skor sempurna, yakni 30 dari 30.
Catatan Diet dan Kenaikan Berat Badan
Meskipun secara keseluruhan dinyatakan sehat, laporan medis tersebut tidak menutup mata terhadap lonjakan berat badan sang Presiden. Data menunjukkan adanya kenaikan signifikan; dari yang semula 101,6 kg pada April 2025, kini menyentuh angka 107,9 kg. Kondisi ini membuat tim medis segera memberikan intervensi berupa ‘konseling pencegahan’.
Dr. Barbabella secara tegas memberikan panduan untuk menjalani diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik harian guna menurunkan berat badan ke angka ideal. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas kesehatan jangka panjang sang Presiden di tengah jadwal kenegaraan yang sangat padat.
Isu Kesehatan Kaki dan Kebiasaan Konsumsi Aspirin
Selain masalah berat badan, tim dokter juga menyoroti adanya pembengkakan pada kaki bagian bawah Trump. Kondisi ini didiagnosis sebagai insufisiensi vena kronis, sebuah gangguan pada katup pembuluh darah yang menyebabkan darah cenderung mengumpul di area kaki. Meski demikian, tim medis mencatat adanya perbaikan kondisi dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun lalu.
Hal menarik lainnya adalah penjelasan mengenai memar-memar yang kerap terlihat di tangan Trump. Ternyata, hal tersebut dipicu oleh kebiasaan Trump mengonsumsi aspirin dosis tinggi, yakni 325 mg, jauh di atas rekomendasi pencegahan standar yang hanya 81 mg per hari. Trump mengakui bahwa ia rutin meminumnya untuk membantu mengencerkan darah agar aliran jantungnya lebih lancar.
“Tim medis sebenarnya lebih menyarankan dosis yang lebih kecil. Saya memilih dosis yang lebih besar dan telah melakukannya selama bertahun-tahun, dan memang itu menyebabkan efek memar,” ungkap Trump dalam sebuah kesempatan kepada media. Dengan hasil pemeriksaan ini, publik kini mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi kesehatan presiden yang tetap energik namun tetap berada dalam pengawasan ketat tim ahli medis.