Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aroma Kentut Menyengat Usai Pesta Daging Kurban? Ternyata Ini Penyebab Aslinya Menurut Pakar

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 28 Mei 2026 21:05 WIB
Aroma Kentut Menyengat Usai Pesta Daging Kurban? Ternyata Ini Penyebab Aslinya Menurut Pakar

Kabarmalam.com — Perayaan Idul Adha selalu menjadi momen yang dinanti untuk menikmati berbagai olahan protein hewani yang menggugah selera. Mulai dari sate yang dibakar dengan bumbu kacang, gulai yang gurih, hingga rendang yang kaya rempah, semuanya seolah menjadi menu wajib di atas meja makan. Namun, di balik kelezatan daging kurban tersebut, terselip satu keluhan klasik yang sering dialami banyak orang: aroma gas buang atau kentut yang mendadak jadi jauh lebih bau dan menyengat.

Bukan Daging Kambing yang Menjadi Biang Keroknya

Secara naluriah, banyak orang langsung menuding daging kambing atau sapi sebagai tersangka utama di balik aroma tidak sedap tersebut. Namun, perspektif medis memberikan jawaban yang berbeda. Ternyata, bukan asupan protein dari daging yang bertanggung jawab penuh atas fenomena ini.

Baca Juga  Jangan Salah Kaprah, Ini 5 Produk Pangan yang Kerap Disangka Ultra Processed Food (UPF)

dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, seorang spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan gastroentologi dan hepatologi dari Mayapada Hospital, mengungkapkan fakta menarik. Menurutnya, aroma gas yang menusuk hidung justru lebih sering dipicu oleh jenis makanan lain, khususnya kelompok karbohidrat.

“Justru kentut lebih bau itu terjadi bila kita banyak mengonsumsi karbohidrat, contohnya ubi,” jelas dr. Aru. Hal ini tentu mematahkan anggapan umum yang selalu menyalahkan konsumsi daging berlebih saat hari raya.

Peran Bakteri dan Gas Sulfur dalam Pencernaan

Mengapa karbohidrat bisa memicu aroma yang lebih tajam? dr. Aru menjelaskan bahwa kuncinya ada pada interaksi antara makanan dan mikroba di dalam usus manusia. Karbohidrat tertentu, seperti ubi atau jenis polong-polongan, akan dipecah oleh kuman-kuman penghuni saluran pencernaan kita.

Baca Juga  Strategi Menikmati Daging Kurban Tanpa Khawatir GERD Kambuh, Simak Panduan Ahlinya

Dalam proses pemecahan tersebut, mikroba usus akan mengubah asupan karbohidrat menjadi gas melalui proses fermentasi. “Ubi itu akan menyebabkan proses karbohidrat yang dipecah dalam usus itu lebih banyak. Kemudian oleh kuman-kuman usus, karbohidrat itu dicerna dan diubah menjadi gas, terutama gas sulfur. Dan gas sulfur itulah yang menyebabkan bau,” tambahnya.

Menjaga Keseimbangan Saluran Cerna

Meski daging tidak secara langsung menyebabkan bau kentut yang ekstrem, mengonsumsi daging dalam porsi besar tetap perlu diwaspadai agar tidak memicu gangguan kesehatan pencernaan lainnya seperti sembelit atau begah. Menyeimbangkan piring makan dengan serat dari sayur-sayuran sangat disarankan untuk membantu melancarkan pembuangan sisa makanan.

Jadi, bagi Anda yang merasa perutnya menjadi lebih aktif dan beraroma tajam usai lebaran kurban, mungkin sudah saatnya melirik kembali apa saja pendamping daging yang Anda santap. Menjaga porsi karbohidrat dan tetap menghidrasi tubuh dengan air putih yang cukup adalah cara terbaik agar momen berkumpul bersama keluarga tidak terganggu oleh masalah perut yang memalukan.

Baca Juga  Petaka 'Whip Pink' YouTuber AM: Terkulai Lumpuh dan Bahaya Nyata Gas Tawa yang Mengintai Saraf

Bagi Anda yang memiliki riwayat masalah lambung atau khawatir penyakit seperti GERD kambuh setelah pesta daging, para ahli menyarankan untuk tetap makan secara perlahan dan menghindari langsung tidur setelah makan besar agar sistem pencernaan dapat bekerja secara optimal.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid