Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jangan Salah Kaprah, Ini 5 Produk Pangan yang Kerap Disangka Ultra Processed Food (UPF)

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 23 Mei 2026 11:34 WIB
Jangan Salah Kaprah, Ini 5 Produk Pangan yang Kerap Disangka Ultra Processed Food (UPF)

Kabarmalam.com — Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan oleh diskusi hangat mengenai klasifikasi pangan, khususnya terkait label Ultra Processed Food (UPF). Pemicunya tak lain adalah polemik mengenai sarden kalengan yang kerap dipandang sebelah mata sebagai makanan tidak sehat. Namun, benarkah semua makanan olahan layak mendapatkan predikat buruk tersebut? Faktanya, garis pemisah antara produk yang benar-benar ‘ultra’ dan olahan biasa sering kali berada di area abu-abu yang membingungkan para konsumen dalam menjaga kesehatan mereka.

Memahami Area Abu-abu dalam Produk Pangan

Penting bagi kita untuk memahami bahwa tidak semua produk yang melalui proses pabrikasi otomatis menjadi tidak sehat. Begitu pula sebaliknya, produk yang dilabeli non-UPF tidak secara otomatis menjadi pilihan yang paling bergizi. Dalam dunia nutrisi, konteks pengolahan dan bahan tambahan adalah kunci utama.

Baca Juga  Debat Viral Sarden Kalengan: Menakar Ulang Stigma 'UPF Tidak Sehat' Bersama Pakar IPB

Berikut adalah 5 jenis produk pangan yang sering kali disalahpahami oleh masyarakat sebagai produk UPF, padahal memiliki klasifikasi yang berbeda atau manfaat yang tetap terjaga:

  • 1. Sarden Kalengan
    Meski dikemas dalam kaleng, sarden sebenarnya masuk dalam kategori makanan olahan (processed food), bukan selalu ultra-proses. Jika isinya hanya ikan, minyak, atau air dan garam, ia tetap menjadi sumber protein dan Omega-3 yang baik tanpa tambahan zat kimia kompleks.
  • 2. Susu Kental Manis
    Sering diperdebatkan keberadaannya, produk ini sejatinya adalah produk turunan susu yang dikurangi kadar airnya dan ditambah gula. Memahami kandungan di dalamnya membantu konsumen menempatkan produk ini pada porsi yang tepat dalam gaya hidup mereka.
  • 3. Sayuran dan Buah Beku
    Banyak yang mengira segala sesuatu yang berada di kompartemen pembeku adalah UPF. Padahal, sayuran beku biasanya hanya melalui proses blanching dan pembekuan cepat tanpa tambahan bahan pengawet, sehingga nutrisinya tetap terjaga layaknya sayuran segar.
  • 4. Yogurt Plain (Tanpa Rasa)
    Yogurt yang dibuat dari fermentasi susu dan bakteri baik adalah makanan olahan minimal yang sangat sehat. Ia baru menjadi UPF ketika ditambahkan pemanis buatan, pewarna, dan pengental tekstur yang berlebihan.
  • 5. Roti Gandum Utuh (Whole Grain)
    Meskipun diproduksi secara massal, roti yang menggunakan biji-bijian utuh dengan daftar komposisi yang sederhana tetap menjadi sumber serat yang esensial, berbeda jauh dengan roti putih yang diproses dengan banyak zat aditif.
Baca Juga  Misteri Istilah Asing di Label Makanan: Benarkah Nama 'Kimia' Selalu Berarti Bahaya?

Pentingnya Literasi Label Pangan

Menanggapi fenomena ini, para ahli nutrisi mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam stigma ‘semua makanan pabrik itu jahat’. Kritisi terhadap label UPF memang diperlukan, namun edukasi mengenai cara membaca label kemasan jauh lebih krusial. Kita perlu melihat lebih teliti apakah sebuah produk mengandung banyak bahan kimia yang tidak biasa ditemukan di dapur rumah tangga, seperti pemanis buatan, pengemulsi, atau penguat rasa yang berlebihan.

Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat lebih bijak dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh tanpa harus merasa takut secara berlebihan terhadap produk pangan tertentu. Tetaplah terinformasi dengan berita terbaru seputar pangan sehat hanya di Kabarmalam.com.

Baca Juga  Cinta Abadi di Tengah Badai: Kisah Haru Kelli Peters Nikahi Kekasihnya 10 Hari Sebelum Ajal Menjemput
Tentang Penulis
Wahid
Wahid