Ikuti Kami
kabarmalam.com

Strategi Menikmati Daging Kurban Tanpa Khawatir GERD Kambuh, Simak Panduan Ahlinya

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 28 Mei 2026 12:34 WIB
Strategi Menikmati Daging Kurban Tanpa Khawatir GERD Kambuh, Simak Panduan Ahlinya

Kabarmalam.com — Perayaan Idul Adha selalu identik dengan hidangan istimewa berbahan dasar daging sapi maupun kambing. Namun, di balik kelezatan sate, gulai, hingga rendang yang tersaji, terselip kekhawatiran bagi banyak orang mengenai kesehatan pencernaan mereka. Keluhan seperti perut begah, kembung, hingga sensasi asam lambung yang naik sering kali menjadi tamu tak diundang setelah pesta daging berakhir.

Benarkah Daging Adalah Pemicu Utama GERD?

Banyak anggapan berkembang bahwa mengonsumsi daging secara otomatis akan memicu gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Namun, dr. Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, memberikan sudut pandang yang lebih mendalam. Menurutnya, masalah utamanya bukan terletak pada jenis makanannya secara langsung, melainkan pada volume konsumsi dan mekanisme tubuh dalam mengolahnya.

Baca Juga  Strategi Cerdas Mengolah Daging Kurban: Rahasia Tekstur Empuk dan Nutrisi Terjaga Ala Pakar

Daging memiliki struktur protein yang kompleks. Hal ini membuat sistem pencernaan manusia membutuhkan usaha ekstra dan waktu yang lebih lama untuk memecahnya dibandingkan dengan karbohidrat atau sayuran. “Penelitian menunjukkan bahwa daging memerlukan waktu hingga lima jam untuk bisa dicerna sepenuhnya di dalam lambung,” ungkap dr. Aru dalam sebuah kesempatan diskusi kesehatan.

Alasan Di Balik Sensasi Begah dan Kembung

Lama proses pengolahan di dalam perut inilah yang menciptakan rasa penuh atau begah. Ketika kita mengonsumsi daging dalam jumlah besar secara sekaligus, lambung akan bekerja sangat keras dalam durasi yang panjang. Efek sampingnya, selain rasa tidak nyaman, risiko terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar juga meningkat secara signifikan.

Baca Juga  Lautan Hewan Kurban di Dusun Krajan Banjarnegara: Potret Kekompakan Warga yang Luar Biasa

Kondisi asam lambung yang terasa naik sebenarnya merupakan reaksi dari beban kerja saluran cerna yang terlalu berat. Jadi, meskipun daging tidak secara spesifik menyebabkan GERD, pola makan yang berlebihan tetap menjadi pemicu utama ketidaknyamanan tersebut.

Tips Menikmati Hidangan Kurban dengan Nyaman

Agar momen hari raya tetap ceria tanpa gangguan kesehatan, dr. Aru membagikan beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan:

  • Kendalikan Porsi: Hindari rasa lapar mata. Mengonsumsi daging secukupnya adalah kunci agar lambung tidak “kaget” dan terbebani.
  • Cukupi Asupan Serat: Jangan melupakan sayur-sayuran. Serat bertindak sebagai pelumas yang membantu mempercepat proses pengolahan protein di usus, sehingga rasa begah lebih cepat hilang.
  • Pilih Metode Masak yang Ringan: Olahan seperti sate atau sop bening jauh lebih ramah bagi pencernaan dibandingkan masakan yang menggunakan kuah santan kental yang tinggi lemak.
  • Perhatikan Waktu Makan: Hindari langsung berbaring setelah makan besar agar gravitasi membantu makanan tetap berada di posisinya dan tidak naik kembali ke kerongkongan.
Baca Juga  Investasi Karakter Bangsa: Menelisik Esensi Kurban Bagi Generasi Muda Versi Johan Rosihan

Dengan menerapkan tips makan sehat ini, Anda tetap bisa menikmati berkah Idul Adha tanpa harus merasa tersiksa oleh gangguan pencernaan. Kuncinya adalah keseimbangan antara kenikmatan di lidah dan kesehatan di dalam perut.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid