Ikuti Kami
kabarmalam.com

Investasi Karakter Bangsa: Menelisik Esensi Kurban Bagi Generasi Muda Versi Johan Rosihan

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 31 Mei 2026 14:34 WIB
Investasi Karakter Bangsa: Menelisik Esensi Kurban Bagi Generasi Muda Versi Johan Rosihan

Kabarmalam.com — Ibadah kurban yang dirayakan setiap momentum Idul Adha sejatinya bukan sekadar ritual penyembelihan hewan ternak yang bersifat seremonial. Di balik ketaatan spiritual tersebut, terselip sebuah instrumen kuat dalam menempa karakter bangsa, khususnya bagi generasi muda. Hal inilah yang ditekankan oleh Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, yang memandang kurban sebagai bentuk nyata investasi Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan.

Melampaui Ritual, Membangun Empati

Pesan mendalam ini disampaikan Johan saat mendampingi para delegasi dari Sekolah Pilar Muda dalam agenda pemotongan hingga penyaluran hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah. Bertempat di Rumah Aspirasi Johan Rosihan yang berlokasi di Sumbawa Besar, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga laboratorium sosial bagi para pemuda.

Baca Juga  Persiapan Idul Adha Habib Usman bin Yahya: Siapkan 26 Sapi Jumbo dengan Bobot Fantastis

Para delegasi muda tersebut tidak hanya menjadi penonton. Mereka terjun langsung mengelola seluruh proses, mulai dari penyembelihan, pengemasan daging, hingga pendistribusian kepada warga di Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Pekat, Kabupaten Sumbawa. Pengalaman lapangan ini dinilai Johan sebagai metode pendidikan kepemimpinan yang paling autentik.

Kurban Sebagai Cetak Biru SDM Unggul

Menurut Johan, pembangunan nasional yang berkelanjutan tidak boleh hanya terpaku pada kemegahan infrastruktur fisik semata. Ia berargumen bahwa pondasi terkuat sebuah negara terletak pada kualitas mentalitas rakyatnya. Dalam konteks ini, ibadah kurban mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial yang tinggi.

“Kita ingin generasi muda tumbuh dengan keseimbangan yang apik. Mereka harus cerdas secara intelektual, namun juga memiliki empati yang tajam serta keberpihakan yang jelas kepada masyarakat bawah,” ujar sang legislator Senayan tersebut.

Baca Juga  Strategi Prabowo Tutup Kebocoran Devisa: Andre Rosiade Dukung Penuh Pembentukan PT Danantara

Di era digital yang seringkali menjebak anak muda dalam sekat-sekat individualisme dan kecepatan yang instan, Johan menekankan pentingnya ruang belajar yang bersentuhan langsung dengan realitas sosial. Kurban menjadi medium strategis untuk memupuk kepekaan sosial sekaligus memperkokoh pilar kebangsaan yang berbasis pada rasa persaudaraan.

Melahirkan Pemimpin yang Solutif

Melalui keterlibatan aktif dalam aksi sosial seperti ini, Johan berharap kapasitas kepemimpinan para pemuda dapat tertempa dengan baik. Indonesia masa depan, lanjutnya, membutuhkan figur-figur kreatif yang mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan bangsa, bukan justru menjadi beban.

Berikut adalah beberapa nilai fundamental yang diharapkan lahir dari pengalaman berkurban ini:

  • Integritas: Memegang teguh amanah dalam penyaluran hak masyarakat.
  • Solidaritas: Memahami kesulitan sesama dan bergerak untuk membantu.
  • Gotong Royong: Menyadari bahwa perubahan besar hanya bisa dicapai melalui kerja sama kolektif.
Baca Juga  Sentuhan Hangat Haji Faisal: Memupuk Empati dan Kepedulian Gala Sky Lewat Momen Idul Adha

Sebagai penutup, Johan menegaskan bahwa semangat Idul Adha harus terus dihidupkan sebagai semangat untuk berbagi dan melayani. Ia bermimpi melahirkan calon-calon pemimpin yang tidak hanya duduk di balik meja, tetapi mereka yang mengerti denyut nadi kehidupan rakyatnya sendiri.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul