Sentuhan Hangat Haji Faisal: Memupuk Empati dan Kepedulian Gala Sky Lewat Momen Idul Adha
Kamis, 28 Mei 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Hari Raya Idul Adha bagi keluarga besar Haji Faisal bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah panggung edukasi yang berharga bagi sang cucu, Gala Sky Andriansyah. Di tengah suasana hari kemenangan yang khidmat, ayah dari mendiang Bibi Ardiansyah ini sengaja melibatkan Gala dalam prosesi kurban untuk menanamkan benih kepedulian sosial sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan keluarga ini dimulai dengan pelaksanaan salat Id berjamaah di masjid sekitar kediaman mereka. Tak lupa, sebagai bentuk penghormatan dan rasa rindu, keluarga ini melakukan ziarah ke makam mendiang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah sebelum akhirnya berfokus pada kegiatan penyembelihan kurban.
Edukasi Berbagi di Balik Lucunya Tingkah Gala Sky
Haji Faisal membawa Gala Sky untuk melihat langsung hewan kurban yang telah disiapkan. Menariknya, meski sempat menunjukkan reaksi malu-malu dan sedikit ragu saat mendekati hewan-hewan besar tersebut, Gala Sky tetap antusias mengikuti arahan kakeknya. Bagi Faisal, ini adalah momen krusial untuk memperkenalkan konsep berbagi kepada sesama.
“Bagi saya, memaknai Idul Adha ini yang pertama sekali adalah mengajak anak-anak saya untuk berbagi. Tujuannya agar kita semua bisa merasakan kegembiraan yang sama di hari yang fitri ini,” ujar Haji Faisal saat ditemui tim kami di kawasan Jakarta Barat.
Faisal menilai bahwa rasa empati tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus dipupuk melalui pengalaman langsung. “Gala memang sedikit malu-malu kalau sama Opanya, tapi dengan melihat langsung, akan timbul rasa kepedulian dan empati terhadap lingkungan sekitarnya,” tambahnya dengan nada bangga.
Inisiatif Anak-Anak yang Membanggakan
Selain fokus pada perkembangan sang cucu, Haji Faisal juga tak mampu menyembunyikan rasa syukur melihat kemandirian anak-anaknya. Fujianti Utami atau yang akrab disapa Fuji, diketahui berkurban satu ekor sapi dengan bobot fantastis mencapai 700 kilogram. Begitu pula dengan Fadly Faisal yang turut menyiapkan kurban sapi dengan bobot serupa ditambah beberapa ekor kambing.
“Alhamdulillah, anak-anak sekarang sudah punya inisiatif sendiri tanpa harus saya minta. Jauh-jauh hari mereka sudah menyiapkan dan memberi tahu saya di mana sapi mereka akan dipotong,” kata Faisal menceritakan kedewasaan anak-anaknya dalam beribadah.
Filosofi Parenting Keluarga Faisal
Pola asuh yang diterapkan dalam keluarga ini memang menitikberatkan pada pembentukan karakter. Bagi Faisal, kombinasi antara ziarah dan kurban adalah paket lengkap pengajaran hidup: menghormati orang tua yang telah tiada sekaligus mengasihi mereka yang masih ada namun membutuhkan bantuan.
“Sejak kecil anak dan cucu kita ajak ikut. Ziarah itu bentuk peduli pada orang tua dan saudara, sementara kurban adalah bentuk peduli pada lingkungan. Jika kita memiliki rezeki lebih, maka berbagi adalah sebuah kewajiban,” pungkasnya menutup percakapan.
Melalui momen ini, keluarga Haji Faisal kembali memberikan potret inspiratif tentang bagaimana nilai-nilai luhur agama dan kemanusiaan dapat diwariskan secara turun-temurun melalui tindakan nyata yang penuh kasih.