Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Calon Pengantin di Bogor: Mimpi Pernikahan Anggi Aulia Kandas di Tangan Kawan Lama

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 26 Mei 2026 21:34 WIB
Tragedi Calon Pengantin di Bogor: Mimpi Pernikahan Anggi Aulia Kandas di Tangan Kawan Lama

Kabarmalam.com — Sebuah rencana indah tentang masa depan seketika berubah menjadi duka mendalam. Anggi Aulia Arsyad (25), seorang wanita muda yang tengah menanti hari bahagianya untuk dilamar sang kekasih, harus meregang nyawa secara tragis. Ironisnya, nyawa Anggi dihabisi oleh sosok yang dikenalnya sejak masa sekolah, M. Febryan (26).

Rencana prosesi lamaran yang sedianya digelar pada Juni mendatang kini tinggal kenangan. Sang kekasih yang jauh-jauh datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, harus menerima kenyataan pahit menjemput jenazah Anggi, alih-alih menyematkan cincin di jemari manisnya. Peristiwa memilukan ini pun memicu gelombang simpati publik terhadap kasus pembunuhan di Bogor yang tergolong sangat keji tersebut.

Skenario Maut Berkedok Sakit Hati

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa tersangka, yang akrab disapa Ambon, telah merencanakan aksi biadabnya dengan matang. Meski berdalih merasa sakit hati akibat ucapan korban mengenai kondisi orang tuanya saat pertemuan pertama mereka pada 2 Mei lalu, polisi menemukan indikasi kuat adanya motif perampokan dan perasaan suka yang terpendam sejak lama.

Baca Juga  Hanya Gara-gara Air Kotor, Pengendara Mobil di Cileungsi Tega Aniaya Petugas SPBU Saat 'Jumat Bersih'

Pertemuan kedua pada Jumat malam (22/5) ternyata adalah jebakan maut. Febryan telah menyiapkan senjata tajam dan sebuah dasi biru di dalam tasnya. Di dalam mobil milik korban yang sedang melintas di kawasan Stadion Pakansari, Febryan melancarkan aksinya. Ia sempat memeras korban, meminta sejumlah uang sebagai ‘tebusan’ atas rasa sakit hatinya. Namun, penolakan Anggi berujung maut; ia dicekik menggunakan dasi hingga tak bernyawa, lalu jasadnya dibuang secara tidak manusiawi dari jalan layang Tol BORR ke Jalan Raya Sholeh Iskandar.

Meluruskan Spekulasi: Hubungan Pertemanan, Bukan Asmara

Di tengah suasana duka, pihak keluarga Anggi memberikan klarifikasi tegas untuk menepis rumor miring. Humaira (35), kakak kandung korban, menegaskan bahwa tidak ada hubungan spesial antara adiknya dengan pelaku. “Adik saya berpendidikan, dia punya pacar, dan bahkan calon suaminya datang langsung dari Makassar saat mendengar kabar ini. Mereka murni hanya teman sekolah,” ungkap Humaira dengan mata sembab di Polresta Bogor Kota.

Baca Juga  Transformasi Modern TPA Muara Fajar, Menteri LH Apresiasi Revolusi Sampah di Pekanbaru

Senada dengan Humaira, paman sekaligus orang tua angkat Anggi, Syamsudin, yang juga merupakan anggota aktif Kopassus TNI AD, mengenang keponakannya sebagai sosok yang luar biasa mandiri. Sejak yatim piatu, Anggi berjuang membiayai kuliahnya sendiri hingga meraih gelar sarjana hukum sambil bekerja di sebuah kantor konsultan hukum. Di mata kolega dan keluarga, Anggi dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan dan pekerja keras.

Pelarian yang Berakhir di Jalur Darurat

Setelah membuang jasad Anggi, Febryan melarikan diri membawa mobil korban. Namun, pelariannya berakhir tragis di Tol Cisumdawu. Dalam upaya menghindari pengejaran pihak kepolisian, mobil yang dikendarainya terguling di jalur darurat. Polisi berhasil membekuknya tak lama setelah kecelakaan tersebut terjadi.

Baca Juga  Amukan Massa di Stasiun Bogor: Gelandangan Babak Belur Usai Banting Gitar Pengamen yang Tak Beri Uang

Kini, Febryan harus mempertanggungjawabkan perbuatan biadabnya di hadapan hukum. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Rio Wahyu Anggoro, menyatakan bahwa tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk pembunuhan berencana dan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. Sesuai dengan UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, tersangka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Langkah hukum tegas ini diambil untuk memastikan keadilan hukum bagi almarhumah Anggi Aulia Arsyad.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul