Ikuti Kami
kabarmalam.com

Amukan Massa di Stasiun Bogor: Gelandangan Babak Belur Usai Banting Gitar Pengamen yang Tak Beri Uang

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 26 Apr 2026 15:34 WIB
Amukan Massa di Stasiun Bogor: Gelandangan Babak Belur Usai Banting Gitar Pengamen yang Tak Beri Uang

Kabarmalam.com — Suasana hiruk pikuk di kawasan Stasiun Bogor mendadak mencekam setelah aksi main hakim sendiri pecah di tengah kerumunan. Seorang pria yang awalnya diduga sebagai preman, babak belur dihajar massa setelah terlibat keributan dengan seorang pengamen jalanan pada Minggu malam (26/4).

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap fakta di balik video viral yang memperlihatkan pria tersebut tersungkur akibat hantaman warga. Ternyata, pria yang menjadi sasaran kemarahan massa tersebut adalah seorang gelandangan yang kerap meresahkan warga di sekitar stasiun dengan kedok meminta uang secara paksa.

Kronologi Pecahnya Keributan

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, menjelaskan bahwa insiden bermula saat pria tersebut mencoba melakukan pungutan liar atau memalak seorang pengamen di jalur pedestrian Jalan Kapten Muslihat, tepat di depan Stasiun Bogor. Namun, permintaan sang gelandangan tidak diindahkan oleh pengamen tersebut.

Baca Juga  Geger Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: Berawal dari Sengketa Makeup, Berujung ke Ranah Hukum

“Informasi dari saksi di lokasi, korban pengeroyokan ini adalah gelandangan yang mencoba memalak pengamen. Karena tidak diberi uang, ia emosi lalu merebut dan membanting gitar milik pengamen tersebut hingga hancur. Dari situlah keributan besar bermula,” ujar Kompol Waluyo saat dikonfirmasi.

Melihat tindakan arogan pria tersebut, warga dan para pengemudi ojek online yang berada di lokasi tidak tinggal diam. Merasa geram dengan perilaku pria yang dinilai sering memalak, massa pun mulai mengejar pelaku yang sempat melarikan diri ke arah Jalan Mayor Oking.

Aksi Kejar-kejaran Hingga ke Jalan Mayor Oking

Pelarian pria tersebut tidak berlangsung lama. Ia kembali tertangkap oleh warga di sisi kanan stasiun. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah orang melayangkan pukulan meski petugas keamanan dalam (PKD) stasiun telah berupaya melerai aksi pengeroyokan tersebut agar tidak masuk ke area inti stasiun.

Baca Juga  Gerebek Industri Miras Oplosan Skala Besar, Polda Sumsel Sita Puluhan Ribu Botol 'Maut'

“Setelah berhasil dilerai oleh petugas PKD, massa akhirnya membubarkan diri ke arah Jembatan Merah. Sementara itu, korban pengeroyokan berjalan meninggalkan lokasi menuju arah Lapas Jalan Paledang dengan kondisi luka-luka,” tambah Waluyo.

Korban Enggan Melapor

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, menyatakan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga telah mengidentifikasi identitas korban dan memantau kondisinya saat menjalani perawatan medis.

“Piket Reskrim dan tim identifikasi sudah mengecek lokasi serta menemui korban yang sedang berobat. Namun, hingga saat ini, yang bersangkutan belum bersedia membuat laporan resmi terkait pemukulan yang dialaminya,” ungkap AKP Aji.

Baca Juga  Gebrakan Diplomatik Israel: Michael Lotem Resmi Ditunjuk Sebagai Duta Besar Pertama untuk Somaliland

Meskipun korban belum melapor, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah video singkat kejadian tersebut memicu perdebatan mengenai keresahan warga terhadap aksi kriminalitas jalanan dan premanisme di titik-titik transportasi publik.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul