Mimpi Buruk Jelang Pelaminan: Kantor WO Penipu di Jaktim Kosong Melompong, Pemilik Diduga Kabur
Selasa, 26 Mei 2026 14:04 WIB
Kabarmalam.com — Harapan manis pasangan calon pengantin untuk mewujudkan pernikahan impian seketika sirna menjadi mimpi buruk. Sebuah jasa wedding organizer (WO) yang berlokasi di Jakarta Timur diduga kuat telah melakukan penipuan massal terhadap kliennya. Kini, sang pemilik usaha dikabarkan telah melarikan diri, meninggalkan kantor dalam keadaan kosong melompong tanpa jejak.
Pihak kepolisian saat ini tengah bergerak cepat melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penipuan yang menimpa pasangan Aldi (32) dan Feny (32). Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengonfirmasi bahwa berdasarkan temuan di lapangan, terduga pelaku sudah tidak lagi berada di domisilinya maupun di kantor operasionalnya.
Kantor di JGC Ditemukan Kosong dan Terkunci
Penyidik dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan penggeledahan di kantor WO yang terletak di kawasan elite Jakarta Garden City (JGC), Cakung. Namun, kedatangan petugas hanya disambut pintu yang terkunci rapat. “Berdasarkan temuan penyidik, kantor WO yang dimaksud saat ini sudah tutup dan para pelaku sudah tidak ada di kediamannya,” ujar Kompol Andaru kepada awak media pada Selasa (26/5/2026).
Kenyataan pahit ini mempertegas dugaan bahwa pengelola WO tersebut sengaja menghilang setelah mengantongi uang puluhan hingga ratusan juta rupiah dari para korban. Ternyata, Aldi dan Feny bukan satu-satunya korban. Hingga kini, sedikitnya ada dua pasangan lain yang telah melapor dengan kerugian yang tak kalah besar.
“Sejauh ini ada tiga korban yang sudah melapor secara resmi. Nilai kerugian bervariasi, mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 80 jutaan per korban. Total dana tersebut sudah ditransfer sepenuhnya kepada pelaku,” tambah Andaru menjelaskan skala kasus kriminal ini.
Modus Licin Lewat Media Sosial dan Test Food
Feny menceritakan bagaimana awalnya ia terjebak dalam skema manis sang pelaku. Semuanya bermula dari unggahan estetik di Instagram yang menawarkan paket pernikahan lengkap dengan harga kompetitif. Tergiur dengan portofolio yang tampak profesional, ia pun memutuskan untuk membayar uang muka (DP).
Untuk meyakinkan korbannya, pihak WO sempat menggelar sesi test food dan fitting pakaian pengantin di kantor mereka. Saat itu, segalanya tampak normal. Ada staf dekorasi, make-up artist (MUA), hingga pembawa acara yang hadir, seolah-olah memberikan jaminan bahwa acara akan berlangsung lancar. Hal inilah yang membuat Feny dan Aldi yakin untuk melunasi pembayaran sebesar Rp 85,5 juta pada awal April 2026.
Terbongkar Berkat Laporan Gedung
Kecurigaan mulai muncul saat sesi technical meeting yang digelar secara daring berlangsung sangat singkat dan tidak profesional. Puncaknya, sekitar sepuluh hari sebelum hari-H, pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi Aldi dan mengabarkan bahwa biaya sewa gedung belum dilunasi sama sekali oleh pihak WO.
Panik, pasangan ini mencoba menghubungi sang pemilik WO berkali-kali, namun nomor telepon yang biasanya aktif mendadak mati. Sehari sebelum pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia, mereka mendatangi kantor di JGC dan hanya mendapati bangunan kosong yang sunyi. Kasus ini kini dalam penanganan serius kepolisian untuk mengejar keberadaan pelaku yang diduga membawa kabur uang para calon pengantin tersebut.