Waspada! Studi Ungkap Pemilik Golongan Darah A Lebih Berisiko Terkena Stroke di Usia Muda
Senin, 25 Mei 2026 14:35 WIB
Kabarmalam.com — Selama ini kita mungkin hanya mengenal golongan darah sebagai identitas biologis untuk kebutuhan transfusi atau sekadar menebak kepribadian. Namun, riset terbaru mengungkap tabir yang lebih mendalam mengenai hubungan antara kode genetik ini dengan ancaman kesehatan yang serius. Sebuah studi komprehensif menemukan bahwa individu dengan golongan darah A memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami serangan stroke sebelum mereka menginjak usia 60 tahun.
Mark Gladwin, seorang dokter sekaligus ilmuwan kenamaan dari Maryland University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa profil darah seseorang merupakan salah satu faktor risiko yang sifatnya statis atau tidak dapat dimodifikasi. Artinya, meski kita bisa mengubah pola makan, kita tidak bisa mengubah warisan genetik yang menentukan apakah kita masuk dalam kelompok A, B, AB, atau O.
Analisis Genetik Skala Besar
Temuan yang telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal Neurology ini bukan sekadar klaim tanpa dasar. Tim peneliti melakukan meta-analisis terhadap 48 studi genetik yang melibatkan data dari sekitar 17.000 pasien penderita stroke dan hampir 600.000 individu sehat sebagai kelompok kontrol. Rentang usia subjek penelitian ini berkisar antara 18 hingga 59 tahun.
Hasilnya cukup mengejutkan. Terdapat korelasi yang sangat kuat antara variasi genetik pada subgolongan darah A1 dengan risiko stroke dini. Data menunjukkan bahwa mereka yang memiliki variasi gen golongan darah A memiliki peluang 16 persen lebih tinggi untuk terkena stroke di usia produktif dibandingkan dengan pemilik golongan darah lainnya.
Mengapa Golongan Darah A Lebih Rentan?
Pertanyaan besarnya adalah: apa yang membuat sel darah merah tipe A begitu unik sekaligus berisiko? Steven Kittner, ahli neurologi vaskular dari Maryland University, memberikan perspektif yang menarik. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kasus stroke pada usia muda saat ini menjadi perhatian serius dunia medis karena dampaknya yang jangka panjang terhadap kualitas hidup penyintas.
“Kami masih mendalami mekanisme pastinya, namun kuat dugaan hal ini berkaitan erat dengan proses pembekuan darah,” ujar Kittner. Ia menambahkan bahwa faktor-faktor seperti trombosit, protein dalam sirkulasi darah, serta sel-sel yang melapisi pembuluh darah memainkan peran kunci dalam pembentukan bekuan darah yang memicu stroke.
Berbeda dengan stroke pada lansia yang umumnya dipicu oleh aterosklerosis atau penumpukan lemak di arteri, stroke pada usia muda lebih sering disebabkan oleh anomali dalam proses penggumpalan darah. Hal ini diperkuat dengan temuan bahwa risiko stroke pada golongan darah A cenderung tidak signifikan saat seseorang sudah melewati usia 60 tahun.
Nasib Golongan Darah Lain: Perlindungan pada Tipe O
Di sisi lain, penelitian ini membawa kabar baik bagi pemilik golongan darah O. Berdasarkan analisis genom, individu dengan gen golongan darah O1 memiliki risiko 12 persen lebih rendah untuk mengalami stroke dini. Sementara itu, pemilik golongan darah B juga tidak sepenuhnya bebas dari pengawasan, karena mereka ditemukan memiliki risiko 11 persen lebih tinggi terkena stroke secara umum, tanpa memandang batasan usia.
Selain stroke, variasi genetik pada lokus ABO ini juga kerap dikaitkan dengan masalah kardiovaskular lainnya, seperti kalsifikasi arteri koroner dan risiko trombosis vena dalam (DVT). Meski data ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli meminta masyarakat untuk tidak panik.
Haruskah Kita Khawatir?
Meskipun ada peningkatan risiko secara statistik, Kittner menegaskan bahwa persentasenya tergolong kecil dalam skala individu. Pemilik golongan darah A tidak perlu melakukan pemeriksaan medis khusus yang berlebihan atau hidup dalam ketakutan. Fokus utama tetap pada menjaga gaya hidup sehat, mengontrol tekanan darah, dan menghindari rokok.
“Kita masih membutuhkan riset lanjutan untuk membedah lebih dalam bagaimana mekanisme biologis ini bekerja, sehingga di masa depan kita bisa menciptakan pencegahan yang lebih presisi bagi mereka yang secara genetik rentan,” pungkasnya. Jadi, apa pun golongan darah Anda, kewaspadaan terhadap gejala stroke dan menjaga kesehatan pembuluh darah tetap menjadi prioritas utama.