Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bukan Sekadar Lelah, Kenali ‘Wajah Khas’ Gagal Ginjal yang Sering Terabaikan

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 22 Mei 2026 18:35 WIB
Bukan Sekadar Lelah, Kenali 'Wajah Khas' Gagal Ginjal yang Sering Terabaikan

Kabarmalam.com — Kelelahan seringkali dianggap sebagai konsekuensi lumrah dari aktivitas yang padat. Namun bagi Sema, seorang wanita asal Bekasi yang baru menginjak usia 31 tahun, rasa lelah dan tampilan wajah yang tampak sembap ternyata menjadi tabir dari kondisi medis yang jauh lebih serius: gagal ginjal stadium 5.

Kisah Sema mendadak viral setelah ia didiagnosis mengalami penurunan fungsi ginjal drastis pada awal 2024. Selama tujuh bulan sebelumnya, ia mengaku tidak merasakan gejala yang menyakitkan. Ia hanya merasa wajahnya tampak lebih bengkak atau ‘bengep’ dari biasanya, yang semula ia asumsikan sebagai dampak dari rasa capek yang menumpuk. Namun, diagnosis dokter berkata lain; wajah bengkak tersebut adalah edema, sebuah kondisi penumpukan cairan yang menjadi ciri khas penderita gangguan ginjal kronis.

Baca Juga  Waspada Hantavirus: Infeksi Mematikan yang Sering Tersamar Sebagai Demam Biasa

Mengapa Wajah Menjadi Sembap pada Pasien Ginjal?

Kondisi wajah yang membengkak pada penderita ginjal bukanlah perubahan fisik biasa. Ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya untuk membuang kelebihan cairan dan natrium, cairan tersebut akan terjebak di dalam jaringan tubuh. Fenomena inilah yang disebut edema, yang seringkali terlihat jelas pada area wajah dan kelopak mata.

Spesialis penyakit dalam, dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, memberikan penjelasan mendalam terkait hal ini. Menurutnya, gejala gagal ginjal sangat sulit dideteksi pada tahap awal. “Mayoritas pasien bahkan tidak merasakan keluhan apa pun sampai fungsi ginjal mereka merosot di bawah 15 persen,” jelas dr. Tunggul.

Ancaman Silent Killer di Usia Muda

Penyakit ginjal kronis kerap dijuluki sebagai silent killer karena sifatnya yang progresif namun samar. dr. Tunggul menekankan bahwa perubahan pada wajah biasanya baru muncul saat pasien sudah memasuki tahap terminal atau stadium akhir, di mana tubuh sudah benar-benar kehilangan kemampuan untuk berkompensasi.

  • Gejala Tersembunyi: Pada stadium satu hingga tiga, tanda-tanda fisik seringkali tidak muncul secara signifikan jika tidak diperhatikan secara saksama.
  • Urutan Pembengkakan: dr. Tunggul mencatat bahwa bengkak di wajah biasanya tidak berdiri sendiri. “Umumnya sudah didahului oleh bengkak pada bagian kaki, rasa sesak napas, baru kemudian bengkak merambat ke area muka dan seterusnya,” tambahnya.
Baca Juga  Sering Dianggap Kelelahan Biasa, Ternyata Perubahan di Pergelangan Kaki Ini Tanda Ginjal Rusak

Hal ini menunjukkan bahwa ketika wajah sudah menunjukkan tanda-tanda edema yang khas, kemungkinan besar kondisi ginjal sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Tubuh sudah tidak sanggup lagi menyesuaikan diri dengan tumpukan racun dan cairan yang seharusnya dikeluarkan.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal secara Proaktif

Kisah pilu dari Bekasi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas bahwa kesehatan ginjal tidak boleh dianggap remeh, bahkan bagi mereka yang merasa masih muda dan produktif. Menjaga pola makan, menghindari konsumsi zat tambahan berbahaya secara berlebihan, serta melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin adalah langkah preventif yang krusial.

Jangan menunggu hingga munculnya sinyal-sinyal fisik yang nyata seperti pembengkakan kaki atau wajah. Deteksi dini tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman penyakit ginjal kronis yang bisa menyerang siapa saja tanpa peringatan dini yang berarti.

Baca Juga  Waspadai Nocturia: Ketika Sering Kencing di Malam Hari Menjadi Sinyal Kanker Prostat
Tentang Penulis
Wahid
Wahid