Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sering Dianggap Kelelahan Biasa, Ternyata Perubahan di Pergelangan Kaki Ini Tanda Ginjal Rusak

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 20 Mei 2026 08:34 WIB
Sering Dianggap Kelelahan Biasa, Ternyata Perubahan di Pergelangan Kaki Ini Tanda Ginjal Rusak

Kabarmalam.com — Selama ini banyak orang beranggapan bahwa masalah pada organ ginjal hanya bisa dideteksi melalui perubahan warna atau intensitas urine. Padahal, tubuh manusia memiliki cara tersendiri untuk mengirimkan sinyal bahaya, salah satunya melalui area pergelangan kaki. Sayangnya, gejala-gejala fisik yang muncul di bagian bawah tubuh ini sering kali diabaikan atau sekadar dianggap sebagai efek samping dari kelelahan setelah beraktivitas seharian.

Mengapa Kaki Menjadi Indikator Kesehatan Ginjal?

Ginjal memiliki peran vital sebagai penyaring limbah dan pengatur keseimbangan cairan serta elektrolit dalam darah. Ketika fungsi organ ini menurun, sistem penyaringan tidak lagi berjalan optimal, yang memicu penumpukan zat sisa di dalam jaringan tubuh. Akibat gravitasi, penumpukan ini paling sering terlihat pada bagian tungkai, pergelangan, hingga telapak kaki.

Berikut adalah beberapa tanda pada kaki yang patut Anda waspadai sebagai sinyal kesehatan ginjal yang mulai terganggu:

Baca Juga  Skandal Daycare Little Aresya Jogja: Mengupas Luka Psikologis Mendalam Korban Penganiayaan Anak

1. Pembengkakan atau Edema

Salah satu tanda yang paling umum adalah munculnya bengkak pada pergelangan kaki. Kondisi yang dikenal secara medis sebagai edema ini terjadi karena ginjal gagal membuang kelebihan natrium dan cairan dari tubuh. Jika Anda menekan area yang bengkak dan bekas tekanannya lama menghilang, ini bisa menjadi alarm serius bahwa ginjal Anda sedang bekerja ekstra keras.

2. Rasa Gatal yang Mendalam (Uremic Pruritus)

Pernahkah Anda merasakan gatal yang seolah-olah berasal dari bawah kulit dan sulit diredakan dengan garukan? Dalam dunia medis, ini disebut uremic pruritus. Fenomena ini muncul akibat ketidakseimbangan mineral dan akumulasi limbah metabolisme yang gagal disaring oleh ginjal, sehingga menimbulkan reaksi gatal pada area kaki, lengan, hingga punggung.

3. Kram Otot yang Menyakitkan

Ketidakseimbangan elektrolit seperti kalsium, kalium, dan fosfor dapat memicu gangguan pada fungsi saraf dan otot. Pengidap gangguan ginjal sering kali mengalami kram hebat pada area kaki, baik saat beraktivitas maupun di tengah istirahat malam. Hal ini diperparah jika tubuh mengalami dehidrasi atau aliran darah ke otot terhambat.

Baca Juga  Tepis Tudingan Pemborosan, Kepala BGN Beberkan Alasan Anggaran EO Rp113 Miliar Jadi Langkah Strategis

4. Sensasi Kesemutan dan Mati Rasa

Penurunan fungsi ginjal yang drastis dapat menyebabkan kerusakan saraf periferal. Gejalanya meliputi rasa kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan otot pada area telapak kaki. Jika gejala penyakit ini mulai terasa mengganggu mobilitas, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

5. Perubahan Warna Kulit dan Kondisi Kuku

Akumulasi racun yang tidak terbuang dapat mengubah pigmen kulit menjadi lebih gelap atau kusam. Selain itu, perhatikan juga kondisi kuku Anda. Penderita ginjal stadium lanjut sering kali menunjukkan kondisi kuku yang pucat atau memiliki garis putih melintang (garis Muehrcke), yang mengindikasikan kekurangan protein atau gangguan metabolisme serius.

Waspada Penyakit Ginjal Tanpa Gejala Awal

Penting untuk diingat bahwa penyakit ginjal sering kali dijuluki sebagai “silent killer”. Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, menjelaskan bahwa pada stadium awal (tingkat 1 dan 2), pasien biasanya tidak merasakan keluhan apa pun atau bersifat asimtomatik.

Baca Juga  Kisah Pilu Edi Utomo: Berjuang Melawan Gagal Ginjal di Usia 20-an Akibat Gaya Hidup, Kini Sudah 700 Kali Cuci Darah

“Kondisi ini sering kali baru terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, melakukan deteksi dini sangatlah krusial, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes, hipertensi, atau faktor keturunan,” ungkap dr. Pringgodigdo.

Pemeriksaan rutin seperti cek kadar kreatinin serum dan urinalisis setiap 6 hingga 12 bulan sangat direkomendasikan untuk mencegah risiko gagal ginjal permanen. Dengan mengenali perubahan kecil pada tubuh, seperti di area pergelangan kaki, Anda telah melakukan langkah awal untuk memproteksi kesehatan organ vital Anda.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid