Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspadai Nocturia: Ketika Sering Kencing di Malam Hari Menjadi Sinyal Kanker Prostat

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 28 Mei 2026 05:35 WIB
Waspadai Nocturia: Ketika Sering Kencing di Malam Hari Menjadi Sinyal Kanker Prostat

Kabarmalam.com — Banyak pria sering kali menganggap remeh gangguan kecil saat tidur, salah satunya adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat di malam hari. Kondisi yang secara medis dikenal sebagai nocturia ini memang jamak terjadi seiring bertambahnya usia, namun di balik itu, ada ancaman kesehatan yang lebih serius yang mungkin sedang mengintai: kanker prostat.

Prostat sendiri merupakan organ kecil dalam sistem reproduksi pria yang memiliki peran vital dalam memproduksi cairan semen. Masalah muncul ketika sel-sel di dalam organ ini mulai tumbuh secara tidak terkendali. Kabar baiknya, jika dideteksi sejak dini, peluang kesembuhan pasien jauh lebih tinggi dibandingkan saat sel kanker sudah menyebar ke organ lain.

Mengenali Gejala yang Sering Terabaikan

Pada tahap awal, gejala kanker prostat sering kali bersifat ‘silent’ atau tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencolok. Namun, seiring berkembangnya penyakit, tubuh akan mulai memberikan sinyal-sinyal tertentu yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Frekuensi buang air kecil yang jauh lebih sering, terutama saat malam hari.
  • Munculnya rasa nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih.
  • Kesulitan untuk memulai aliran urine atau mendadak berhenti di tengah proses.
  • Perasaan kandung kemih yang tidak benar-benar kosong setelah kencing.
  • Adanya tetesan urine yang keluar tanpa sengaja.
  • Darah yang tercampur dalam urine.
  • Nyeri saat mengalami ejakulasi.
  • Rasa sakit yang menjalar ke punggung bawah, paha, hingga tulang.
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas.
Baca Juga  Waspada 'Wajah Ginjal', Kisah Viral Wanita Bekasi yang Didiagnosis Gagal Ginjal Stadium 5

Dr. Jiri Kubes, seorang ahli onkologi radiasi terkemuka, menjelaskan bahwa meskipun bangun tidur untuk ke toilet adalah hal yang lumrah bagi pria lanjut usia, perubahan pola yang mendadak harus segera diwaspadai. “Jika ada perubahan signifikan dalam frekuensi mengosongkan kandung kemih, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis,” tegasnya.

Siapa yang Paling Berisiko?

Memahami faktor risiko adalah langkah awal dalam pencegahan. Berdasarkan data klinis, ada beberapa variabel yang meningkatkan potensi seseorang terkena penyakit ini:

  1. Usia: Risiko melonjak tajam setelah pria melewati usia 50 tahun.
  2. Riwayat Keluarga: Faktor genetik memegang peran penting. Jika ada anggota keluarga inti yang mengidap kanker prostat atau kanker payudara (mutasi gen BRCA1/BRCA2), risiko Anda meningkat.
  3. Etnis: Beberapa ras tertentu tercatat memiliki prevalensi yang lebih tinggi.
  4. Obesitas: Kelebihan berat badan tidak hanya memicu diabetes, tetapi juga membuat kanker prostat tumbuh lebih agresif.
Baca Juga  Insiden Makan Bergizi Gratis di Anambas: 155 Siswa Diduga Keracunan, Dinkes Kirim Sampel ke Batam

Langkah Preventif melalui Perubahan Gaya Hidup

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Gaya hidup sehat adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan prostat. Spesialis urologi dr. Adistra Imam Satjakoesoemah menekankan pentingnya asupan nutrisi yang kaya akan vitamin A, D, dan E untuk menekan peradangan di dalam tubuh.

Ia juga menyarankan pria untuk membatasi konsumsi makanan yang bersifat pro-karsinogenik. “Daging merah dan produk olahan susu (dairy food) memiliki keterkaitan dengan peningkatan risiko masalah prostat. Ini bukan berarti dilarang sepenuhnya, tapi asupannya harus benar-benar dikontrol,” jelas dr. Adistra.

Selain faktor makanan, musuh utama kesehatan pria modern adalah sedentary lifestyle atau kebiasaan kurang bergerak. Fenomena “kaum rebahan” ternyata berdampak buruk pada kesehatan prostat. Jarang melakukan aktivitas fisik dapat memicu Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak, yang jika dibiarkan dapat memperumit kondisi kesehatan di masa tua.

Baca Juga  Obsesi Sehat Kim Kardashian: Telan 35 Suplemen Tiap Hari hingga Alami Pill Fatigue

Untuk itu, mulailah rutin berolahraga dan pastikan tubuh tetap aktif bergerak setiap hari demi menjaga kualitas hidup hingga usia senja.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid