Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso Jadi Tuan Rumah Munas NU 2026, Bangkalan Jadi Lokasi Pembukaan

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 21 Mei 2026 22:34 WIB
Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso Jadi Tuan Rumah Munas NU 2026, Bangkalan Jadi Lokasi Pembukaan

Kabarmalam.com — Langkah strategis menuju agenda besar Nahdlatul Ulama (NU) mulai dipetakan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi menyodorkan usulan agar Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur, didapuk sebagai pusat penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama NU pada tahun 2026 mendatang.

Gagasan ini bukan sekadar urusan logistik atau tempat berkumpul belaka. Dalam Rapat Pleno PBNU yang digelar di Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta, Gus Ipul menekankan bahwa Pesantren Ploso memiliki kedalaman akar sejarah dan tradisi intelektual yang sangat kuat di lingkungan nahdliyin. Ploso dianggap sebagai simbol keteguhan khazanah pesantren yang mampu menjaga marwah keilmuan klasik di tengah arus zaman.

Baca Juga  Gus Ipul Pastikan BPS Sebagai Penentu Utama Penerima Bansos, Bukan Pendamping PKH

Napas Spiritual dari Bangkalan hingga Kediri

Menariknya, Gus Ipul tidak hanya mengusulkan satu titik. Ia merancang sebuah rangkaian acara yang sarat akan makna simbolis. Pembukaan Munas dan Konbes 2026 diusulkan berlangsung di kawasan makbarah Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan, Madura. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk tabarruk atau mencari keberkahan, sekaligus menyambung kembali sanad perjuangan kepada sang mahaguru para pendiri NU.

“Kami ingin mengawali agenda ini dengan penghormatan kepada akar spiritual kita di Bangkalan, baru kemudian rangkaian persidangan dan pembahasan mendalam dilakukan di Pesantren Ploso, Kediri,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya. Skenario ini diharapkan mampu membawa suasana kebatinan yang kuat bagi para ulama dalam merumuskan pandangan keagamaan dan kebangsaan.

Amanah dari Para Masyayikh

Usulan menjadikan Ploso sebagai tuan rumah ternyata bukan keinginan sepihak dari jajaran sekjen. Gus Ipul mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi langsung KH Nurul Huda Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar (Gus Kautsar). Kesiapan dari pihak pengasuh pesantren menjadi modal utama bagi PBNU untuk mempertimbangkan lokasi ini secara serius.

Baca Juga  Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan: Pancasila Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Fondasi Utama Bangsa

Menurut Gus Ipul, kriteria tuan rumah untuk ajang sekaliber Munas NU harus memiliki kelayakan yang komprehensif, mulai dari fasilitas hingga resonansi kultural. “Ploso adalah rujukan besar di Jawa Timur yang telah melahirkan ribuan kader ulama. Kapasitas dan tradisi keilmuannya tidak perlu diragukan lagi,” tambahnya.

Update Perebutan Tuan Rumah Muktamar Ke-35

Selain membahas Munas dan Konbes, rapat pleno tersebut juga menyoroti bursa calon tuan rumah Muktamar Ke-35 NU. Persaingan kian hangat dengan munculnya empat kandidat kuat dari berbagai penjuru nusantara:

  • Nusa Tenggara Barat (NTB): Sejauh ini dianggap paling progresif dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan gubernur setempat.
  • Sumatera Barat: Telah mengirimkan usulan resmi dan mulai membangun komunikasi intensif.
  • Jakarta: Sudah melayangkan surat permohonan, namun masih menunggu koordinasi teknis lanjutan.
  • Jawa Timur: Meski belum bersurat secara formal, nama-nama besar seperti Lirboyo dan Situbondo terus muncul sebagai wacana yang kuat.
Baca Juga  Gus Ipul Tekankan Akurasi Data DTSEN di Lampung: Bansos Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Pemberdayaan

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh usulan ini, baik untuk lokasi Munas maupun Muktamar, akan digodok lebih lanjut melalui mekanisme internal organisasi. Keputusan akhir tetap berada di tangan rapat tertinggi pengurus guna memastikan agenda besar ini berjalan dengan marwah yang semestinya.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul