Revolusi Tata Kelola Sekolah Rakyat: Gus Ipul Tekankan Kemandirian dan Pengawasan Ketat Jelang 2026
Selasa, 19 Mei 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mulai tancap gas dalam mematangkan persiapan Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam langkah strategisnya, ia menekankan penguatan total pada tata kelola Sekolah Rakyat, mencakup aspek sarana prasarana, sumber daya manusia, transparansi keuangan, hingga penegakan disiplin siswa.
Visi besar ini disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi daring bersama jajaran kepala Sekolah Rakyat dari Ruang Rapat Mensos, Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi seluruh stakeholder pendidikan di bawah naungan Kemensos.
Optimalisasi Fasilitas dan Lahan Produktif
Gus Ipul menegaskan bahwa wajah Sekolah Rakyat harus mencerminkan kedisiplinan sejak dari pandangan pertama. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk merawat sarana dan prasarana dengan standar tinggi. Kebersihan dan ketertiban bukan sekadar estetika, melainkan instrumen untuk memotivasi siswa dan tenaga pengajar agar bekerja lebih optimal.
“Bagaimana kita menjaga dan merawat apa yang sudah dibangun ini benar-benar bisa mendorong kita bekerja lebih produktif. Semuanya harus rapi, sehingga rancangan kedisiplinan guru dan anak-anak bisa berjalan selaras,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya.
Tak hanya soal bangunan, ia juga mendorong pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah agar menjadi area produktif. Konsep kebun sayur mandiri hingga peternakan kecil diharapkan dapat menyesuaikan kondisi lokal dan memberikan nilai tambah bagi ekosistem Sekolah Rakyat.
SDM sebagai Kompas Moral dan Kemandirian Anggaran
Mengingat model pendidikan yang diterapkan adalah boarding school atau sekolah berasrama 24 jam, Gus Ipul memberikan perhatian khusus pada manajemen SDM. Ia mengingatkan bahwa setiap elemen di sekolah, mulai dari Kepala Sekolah hingga petugas kebersihan, adalah role model bagi para siswa.
“SDM di sana harus siap lahir batin. Bahkan seorang tukang kebun pun menjadi kompas moral bagi anak-anak kita,” tegasnya. Terkait operasional, Kemensos membawa kabar progresif mengenai tata kelola keuangan. Ke depan, Sekolah Rakyat akan bertransformasi menjadi satuan kerja mandiri yang memiliki kewenangan mengelola anggaran secara desentralisasi.
Dengan kebijakan ini, kepala sekolah memiliki otonomi untuk mengatur kebutuhan logistik seperti seragam dan sepatu secara mandiri, namun tetap berada di bawah pengawasan ketat agar tetap akuntabel dan transparan.
Pengawasan Digital dan Integrasi Sosial
Menghadapi kompleksitas pengasuhan di asrama, Gus Ipul berencana mengintegrasikan teknologi canggih dalam sistem pengawasan. Dari Jakarta, pihak kementerian nantinya dapat memantau setiap sudut sekolah melalui sistem digital. Langkah preventif ini diambil terutama untuk memitigasi risiko penyimpangan seksual di lingkungan pendidikan sejak dini.
Sebagai penutup, Gus Ipul berpesan agar Sekolah Rakyat tidak menjadi eksklusif. Ia meminta pihak sekolah aktif membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial.
“Undang warga sekitar, kelompok pemuda, hingga petani untuk mengenal Sekolah Rakyat. Jadikan sekolah ini bagian tak terpisahkan dari lingkungan mereka,” pungkasnya dalam rapat yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta jajaran pejabat tinggi pendidikan karakter lainnya.