Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aksi “Sapi Terbang” Gegerkan Warga Klaten, Begini Kronologi Evakuasi Tak Lazim Pakai Crane

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 27 Mei 2026 19:05 WIB
Aksi "Sapi Terbang" Gegerkan Warga Klaten, Begini Kronologi Evakuasi Tak Lazim Pakai Crane

Kabarmalam.com — Suasana persiapan Idul Adha di Kabupaten Klaten mendadak gempar setelah sebuah rekaman memperlihatkan seekor sapi kurban tampak melayang di udara. Kejadian yang berlangsung di Dukuh Krenekan, Desa Klepu, Kecamatan Ceper ini pun langsung menjadi buah bibir warga setempat hingga memicu beragam reaksi di media sosial.

Namun, fenomena “sapi terbang” ini bukanlah sebuah keajaiban atau mistis, melainkan proses evakuasi menggunakan alat berat jenis crane. Langkah ekstrem ini terpaksa diambil setelah hewan ternak tersebut mengamuk dan sangat sulit untuk dikendalikan secara manual oleh warga.

Kronologi Sapi Mengamuk hingga Lari ke Tegalan

Peristiwa dramatis ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satu saksi mata sekaligus warga setempat, Mukhson Huda, menceritakan bahwa kekacauan terjadi saat sapi tersebut hendak dipindahkan dari tempat penambatan sementara. Kesalahan teknis dalam penanganan tali pengikat disinyalir menjadi pemicu utama hewan tersebut panik.

Baca Juga  Geger! Sapi Kurban 'Ikutan Kondangan' di Banyumas, Dekorasi Pernikahan Porak-poranda Diamuk Si Hitam

“Sapi awalnya diikat di bawah pohon jambu. Namun, saat bagian belakang ditarik, ikatan tali di bagian depan ternyata belum cukup kuat,” ungkap Mukhson saat memberikan keterangan mengenai kejadian di wilayah Klaten tersebut.

Dengan tenaga yang sangat kuat, sapi itu meronta hingga tali lehernya terlepas sepenuhnya. Upaya warga untuk menjinakkan kembali hewan tersebut justru membuat suasana makin mencekam. Sapi sempat mencoba diikatkan ke tratag (tenda rangka besi), namun tenda tersebut justru nyaris ambruk terseret tenaga sapi. Tak berhenti di situ, sapi tersebut melarikan diri sejauh setengah kilometer dan berputar-putar di area tegalan hingga tenaganya terkuras habis.

Penyembelihan Darurat di Tengah Semak-Semak

Setelah sapi kelelahan dan berhenti di tengah lahan terbuka, warga menghadapi dilema besar. Membawa kembali sapi yang masih dalam kondisi stres menuju tempat penyembelihan utama di barat Masjid Baitul Muttaqin dianggap terlalu berisiko dan menguras tenaga.

Baca Juga  MUI Tegaskan Pengadaan Sapi Kurban Presiden Lewat Dana APBN Sah Secara Syariat

“Masyarakat merasa sangat sulit untuk menuntunnya kembali ke lokasi awal. Akhirnya, atas kesepakatan bersama, sapi diputuskan untuk segera dieksekusi atau disembelih langsung di lokasi persembunyiannya di semak-semak tegalan,” tambah Mukhson.

Setelah proses penyembelihan selesai, tantangan berikutnya adalah memindahkan karkas sapi yang berbobot besar tersebut ke area pemotongan daging. Warga kemudian berinisiatif meminjam alat berat crane untuk mengangkat tubuh sapi dari area tegalan. Momen saat sapi diangkat tinggi menggunakan kabel baja inilah yang kemudian menciptakan ilusi seolah-olah ada sapi yang sedang terbang melintasi langit desa.

Kejadian ini menjadi peristiwa unik sekaligus pelajaran berharga bagi para panitia kurban untuk selalu mengedepankan faktor keamanan dan teknik penambatan yang tepat guna menghindari risiko hewan lepas di kemudian hari.

Baca Juga  Akses Depan Gandaria City Terendam Banjir 60 Cm, Arus Lalu Lintas Jakarta Selatan Sempat Lumpuh
Tentang Penulis
Husnul
Husnul