Kedok Lowongan Kerja Berujung Nestapa: Mahasiswi Makassar Disekap dan Diperkosa, Pelaku Tertangkap di Surabaya
Minggu, 17 Mei 2026 16:05 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kasus penyekapan dan pemerkosaan seorang mahasiswi di Makassar akhirnya terkuak lebar. Feri Bin Dg Rumpa (33), pria yang diduga kuat menjadi dalang di balik aksi keji tersebut, tak berkutik saat diringkus polisi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Pelarian Feri berakhir setelah tim gabungan dari Polrestabes Makassar, Cyber Polda Jawa Timur, serta Polres Pelabuhan Tanjung Perak mencegatnya sesaat setelah turun dari kapal laut pada Sabtu (16/5) sore. Kasus ini mencuat setelah korban, seorang mahasiswi berinisial MA (21), ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tamalate.
Modus Licin Berkedok Lowongan Kerja
Aksi kriminal ini bermula dari janji manis pelaku yang menawarkan lowongan kerja sebagai pengasuh anak atau baby sitter. Korban yang berasal dari Nunukan terpikat oleh tawaran tersebut dan bersedia datang ke Makassar. Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan, MA justru terjebak dalam skenario mengerikan yang telah disusun rapi oleh pelaku.
Feri sengaja menyewa sebuah rumah di kompleks perumahan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Barombong, untuk melancarkan aksinya. Korban awalnya diminta menunggu di sana dengan dalih masa percobaan sebagai pekerja rumah tangga sebelum resmi bekerja sebagai pengasuh anak.
Tiga Hari dalam Cengkeraman Predator
Selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5), MA menjadi korban kekerasan seksual dan penyekapan. Feri diduga melancarkan aksi bejatnya berkali-kali di bawah ancaman. Penderitaan korban baru berakhir ketika pemilik rumah kontrakan datang untuk melakukan pengecekan rutin karena masa sewa rumah yang hanya tiga hari telah habis.
Warga sekitar yang mendengar keributan segera mengambil inisiatif untuk menyelamatkan korban sebelum pihak kepolisian tiba di lokasi. Pemandangan memilukan menyambut mereka: MA ditemukan dalam kondisi terisak dengan kedua tangan terikat kuat dan mulut yang sempat dilakban oleh pelaku.
“Setelah tiba di TKP, kami benar-benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Tim langsung bergerak cepat mengamankan korban,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, menjelaskan situasi saat evakuasi berlangsung.
Pelaku Sempat Mengincar Korban Baru
Tak hanya melakukan kekerasan fisik dan seksual, Feri juga menggasak harta benda milik korban, termasuk sepeda motor dan ponsel genggam. Penyelidikan mendalam yang dilakukan pihak kepolisian mengungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku disinyalir berniat mencari mangsa baru setibanya di Surabaya sebelum akhirnya langkahnya dihentikan oleh petugas.
Kini, Feri telah digelandang kembali ke Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, menegaskan bahwa proses pemeriksaan intensif sedang berlangsung guna mendalami motif serta kemungkinan adanya korban lain dalam jaringan penipuan berkedok loker ini.