Prabowo Subianto Tegaskan Ekonomi Nasional Tetap Kokoh: Rupiah Melemah Bukan Alasan untuk Panik
Sabtu, 16 Mei 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pesan menyejukkan di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Di saat banyak pihak mulai merasa cemas, Prabowo justru menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat stabil dan jauh dari kata mengkhawatirkan.
Narasi Optimisme di Tengah Gejolak Global
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Prabowo menyoroti banyaknya pihak yang kerap melontarkan prediksi suram mengenai masa depan ekonomi nasional setiap kali mata uang Garuda mengalami tekanan.
“Saya heran, selalu saja ada narasi bahwa Indonesia akan kolaps atau chaos hanya karena pergerakan nilai tukar. Rakyat kita di pelosok desa bahkan tidak menggunakan dolar dalam keseharian mereka. Mengapa harus ada kepanikan yang berlebihan?” ungkap Prabowo dengan nada retoris yang menggugah.
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Utama
Menurut mantan Menteri Pertahanan tersebut, kekuatan sejati ekonomi Indonesia terletak pada sektor-sektor vital seperti pangan dan energi yang saat ini dalam posisi aman. Ia membandingkan kondisi tanah air dengan negara-negara lain yang saat ini tengah dilanda kecemasan hebat akibat krisis global.
“Banyak negara di luar sana sedang panik, sementara Indonesia masih dalam posisi yang oke. Kita dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa oleh Yang Maha Kuasa,” imbuhnya. Prabowo juga membeberkan bukti konkret ketangguhan nasional melalui capaian luar biasa di sektor pertanian.
Indonesia kini bukan lagi sekadar penonton, melainkan pemain kunci yang membantu kebutuhan negara lain. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian, sejumlah negara besar seperti Australia telah memesan 500 ribu ton urea dari kita. Permintaan serupa juga datang dari Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil. Hal ini, menurut Prabowo, merupakan buah dari upaya serius pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan agenda swasembada yang berkelanjutan.
Diplomasi ‘Tetangga Baik’ dan Integritas Pemimpin
Selain faktor domestik, stabilitas nasional juga ditopang oleh strategi politik luar negeri yang ia sebut sebagai good neighbor policy atau kebijakan tetangga baik. Hubungan diplomatik dengan negara-negara kunci seperti Tiongkok, Singapura, Vietnam, dan Malaysia terus diperkuat untuk memastikan iklim ekonomi yang kondusif.
“Kami menyelesaikan berbagai perjanjian yang selama belasan tahun macet. Dengan hubungan yang harmonis bersama negara tetangga, kita bisa lebih fokus membangun ekonomi dalam negeri tanpa gangguan eksternal yang berarti,” jelas Prabowo Subianto di hadapan para hadirin.
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo memberikan teguran keras kepada para pejabat dan unsur pimpinan negara agar menjaga kesetiaan penuh kepada NKRI. Ia menekankan bahwa kekuasaan seharusnya digunakan untuk membela kepentingan rakyat, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok tertentu.
“Pemimpin itu harus setia kepada bangsanya. Jangan hanya berteriak cinta NKRI di podium, tapi saat memegang kekuasaan justru kebijakannya tidak berpihak pada rakyat Indonesia,” pungkasnya tegas.