Ikuti Kami
kabarmalam.com

Viral di Kalangan Gen-Z, Inilah 4 Nutrisi Tersembunyi dalam Ubi Cream Cheese yang Menyehatkan

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 15 Mei 2026 16:34 WIB
Viral di Kalangan Gen-Z, Inilah 4 Nutrisi Tersembunyi dalam Ubi Cream Cheese yang Menyehatkan

Kabarmalam.com — Pemandangan antrean panjang di depan gerai camilan kekinian kini menjadi fenomena lazim di pusat-pusat perbelanjaan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah perpaduan unik antara ubi panggang dengan siraman keju krim yang lembut, atau yang lebih dikenal sebagai ubi cream cheese. Camilan ini mendadak menjadi primadona, terutama di kalangan Gen-Z yang dikenal sangat aktif mengikuti tren di media sosial.

Istilah FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut tertinggal tren, seringkali menjadi motor penggerak utama di balik viralnya kudapan ini. Ardi, seorang pemuda asal Tangerang, mengakui bahwa dirinya rela mengantre berjam-jam demi bisa mencicipi menu yang sedang naik daun ini. Baginya, rasa penasaran terhadap konsep jajanan yang tidak biasa ini mengalahkan rasa lelah saat menunggu stok tersedia.

“Awalnya cuma ingin tahu rasanya seperti apa, karena kelihatannya sangat unik dan menggoda di unggahan orang-orang,” ujar Ardi saat berbincang dengan tim redaksi pada Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga  Fenomena 'Date Cancelled': Mengulik Alasan di Balik Tren Gagal Kencan yang Viral di Media Sosial

Namun, di balik sekadar tren yang viral, ubi cream cheese sebenarnya menyimpan potensi kesehatan yang cukup besar. Jika diolah dengan komposisi yang tepat tanpa gula tambahan yang berlebihan, camilan ini bisa menjadi alternatif snack sehat yang kaya akan zat gizi. Berikut adalah empat nutrisi penting yang terkandung di dalamnya:

1. Sumber Karbohidrat Kompleks dan Serat

Bahan dasar utama kudapan ini adalah ubi Cilembu yang memiliki karakteristik manis alami setelah diproses melalui pemanggangan. Berbeda dengan camilan berbahan tepung terigu, ubi mengandung karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak.

Selain itu, indeks glikemiknya yang rendah serta kandungan serat yang tinggi membuat perut terasa kenyang lebih lama. Serat pada ubi juga berperan krusial dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Baca Juga  Rahasia Daging Kurban Higienis: Mengapa Hewan Harus Berhenti Makan 12 Jam Sebelum Disembelih?

2. Kandungan Beta Karoten dan Antioksidan Tinggi

Warna oranye pekat pada daging ubi bukan sekadar pemanis visual, melainkan indikator adanya kandungan beta karoten yang melimpah. Di dalam tubuh, zat ini akan dikonversi menjadi vitamin A yang sangat vital untuk menjaga kesehatan mata, memperkuat sistem imun, serta menutrisi kulit agar tetap sehat.

Ubi juga kaya akan senyawa antioksidan lainnya. Kandungan ini berfungsi sebagai tameng pelindung bagi sel-sel tubuh dari ancaman stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas akibat polusi dan gaya hidup yang kurang sehat.

3. Kalium untuk Kesehatan Jantung dan Otot

Tidak banyak yang menyadari bahwa ubi Cilembu juga merupakan sumber kalium yang baik. Mineral ini memiliki peran kunci dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta memastikan fungsi otot dan sistem saraf berjalan optimal. Asupan kalium yang memadai juga sangat membantu dalam menjaga stabilitas tekanan darah, yang sangat penting bagi mereka yang memiliki pola makan tinggi garam.

Baca Juga  Aturan Baru BPOM: Belanja Obat di Minimarket Kini Dibatasi dan Diawasi Tenaga Terlatih

4. Tambahan Protein dan Kalsium dari Keju

Sentuhan cream cheese memberikan dimensi rasa gurih yang menyeimbangkan rasa manis dari ubi. Dari sisi nutrisi, penambahan keju krim ini melengkapi profil gizi ubi yang secara alami rendah protein. Kombinasi ini menciptakan camilan yang lebih proporsional antara karbohidrat dan protein.

Selain itu, cream cheese juga menyumbangkan kalsium yang dibutuhkan untuk memperkuat struktur tulang dan gigi. Dengan perpaduan ini, dessert kekinian ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan asupan nutrisi yang lebih seimbang dibandingkan camilan manis pada umumnya yang hanya didominasi oleh gula dan kalori kosong.

Meski sehat, para ahli gizi tetap mengingatkan agar konsumen tetap bijak dalam mengonsumsinya. Pastikan porsi yang dimakan tidak berlebihan agar manfaat nutrisinya tetap optimal bagi tubuh.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid